TRENDING

Kepala Dinas PUPR Kaltim, Janjikan Jembatan Kembar Kelar 4 bulan Kedepan

Optimis Proyek Selesai Akhir Tahun 2019

Kaltim - on 15/8/19 Kepala Dinas PUPR Kaltim, Janjikan Jembatan Kembar Kelar 4 bulan Kedepan
Jembatan Mahkota IV atau yang kerap disebut Jembatan Kembar harus molor 4 bulan lagi dari target penyelesaian (Foto: Istimewa)

KALTIMNEWS.CO, Samarinda –  Warga Kota Samarinda kususnya pengguna jalan yang kerab melintasi Jembatan Mahakam, nampakanya harus lebih bersabar lagi guna melalui jembatan Mahakam IV (Jembatan Kembar) yang digadang gadang sebagai jalur pemecah kemacetan yang kerap terjadi di Jl Selamet Riyadi, pasalnya dari ungkapan Kepala Dinas PUPR Kaltim, Taufik Fauzi, kepada media ini mengaku jika rentang waktu penyelesaian jembatan yang bergandeng dengan Fly over  menyambungkan Kota Samarinda dan Samarinda Seberang itu bakal rampung 4 bulan lagi.   

Waktu 4 bulan, tersebut menjadi waktu yang dijanjikan oleh Taufik Fauzi dalam merampungkan pembangunan mega proyek jembatan yang kerap disebut warga sebagai Jembatan Kembar setelah kerap mengalami deadline pengerjaan yang meleset.

Fauzi menegaskan, lanjutan pembangunan jembatan itu sudah masuk proses lelang. Pemenang tendernya diumumkan awal September nanti dengan nilai anggaran Rp 28 Miliar. Termasuk didalamnya, tender pengadaan lampu tematik Jembatan senilai Rp 11,8 miliar

Tak hanya menegaskan soal penyelesaian pembangunannya, Fauzi juga menjanjikan proyek itu kelar hingga pada sistim penerangannya yang menggunakan konsep lampu tematik. 

“Sesuai proyeksi kami, Insya Allah proyeknya selesai akhir tahun ini. nanti bersamaan juga dengan pemasangan lampu tematik,” sebutnya.

Termasuk dalam item yang harus terselesaikan dalam 4 bulan kedepan itu adalah proses pengujian konstruksi dan uji beban dan pemeriksaan sensor oleh Komisi Keamanan Jembatan Terowongan dan Jalan (KKJTJ) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

Sesuai kontrak proyek Multiyears contract harusnya selesai Desember 2018. Namun diperpanjang 50 hari dengan konsekuensi penalty atau harus berakhir pada 19 Februari 2019. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, jembatan baru yang bakal jadi ikon baru Samarinda itu, urung dibuka untuk umum. Beberapa kondisi mengemuka saat itu.

Menurut kontraktor BUMN PT Pembangunan Perumahan (PP), sulit menyelesaikan tepat waktu karena ponton batubara di bawah jembatan masih intens lalu lalang. Alasan itu muncul setelah sebelumnya PP yang mengerjakan bentang tengah, ragu akan ketersediaan anggaran pemprov.

Molornya pembangunan jembatan yang mulai dibangun 2012 ini memang penuh ‘drama’. Target awal selesai pada 2016, terevisi menjadi Desember 2018 atau bertepatan berakhirnya masa jabatan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Setelah melalui proses anggaran lanjutan, Februari 2019 diplot menjadi deadline akhir penyelesaiannya. Namun diakhir babak target penyelesaian Jembatan tersebut kembali, meleset. Pembangunan girder yang non kontrak kerja proyek sepanjang 35 oleh PT Waskita Karya selaku konsorsium yang menangani jalan pendekat sisi Samarinda, menjadi alasannya.

Setelahnya, pemprov dengan pede menargetkan rampungnya jembatan itu pada Desember 2019. Namun, lima bulan jelang akhir tahun masyarakat dibuat gregetan, tak ada proses pengerjaan selama itu. Apalagi diketahui, penyelesaian bentang ternyata masih proses tender dengan pagu anggaran Rp16,54 miliar.

Kini, meski menurut Taufik beban pengerjaannya tak sebesar sebelumnya, tetap saja menjadi tanda tanya apa betul ‘janji’ penyelesaian kali ini bisa benar terjadi.

“Insya Allah bisa. Kami optimistis. Mari kita doakan bersama. Karena semua juga berharap agar jembatan itu bisa secepatnya berfungsi sebagaimana seharusnya,” harapnya. (*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Kaltim