TRENDING

Isran Noor: Tak Jadi Ibu Kota Negara Kaltim “No Problem”

Pusat Pemerintahan RI akan di umumkan Presiden Jokowi Besok Malam

Nasional - on 15/8/19 Isran Noor: Tak Jadi Ibu Kota Negara Kaltim “No Problem”
Kandidat Terkuat: Kalimantan Timur Kini disinyalir menjadi kandidat terkuat menjadi Ibukota Negara RI, Presiden RI Joko Widodo akan menyampaikan pernyataan Resminya ke Media Jumat (16/8/2019) esok, Terkait kepastian Pemindahan Ibu Kota Negara RI (Foto: Istimewa)

KALTIMNEWS.CO,Samarinda – Wacana Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) yang di canangkan Presiden Joko Widodo akan disampaikan hari ini, Berita pemindahan Ibu Kota Negara kini memang menjadi Tranding Topik warga Indonesia khususnya Publik Kaltim.

Namun Apakah betul Kaltim akan menjadi lokasi pemerintahan pusat Negara Indonesia yang baru, Atau malah bergeser pada provinsi pesaing seperti Kalsel atau Kalteng?.

Isyarat bahwa Ibu Kota Negara (IKN) semakin merapat ke Kaltim, sebenarnya semakin terasa. Selain pernyataan Gubernur Kaltim Isran Noor bahwa IKN 90% menuju Kaltim, kedatangan tim media Australian Broadcasting Corporation (ABC) yang dipimpin oleh kepala Biro ABC untuk Indonesia, David Lipson pada Rabu (7/8/2019) lalu untuk sesi interview khusus terkait kesiapan Kaltim menjadi IKN, semakin mempertegas.

Apalagi pada sesi itu, Isran tak lagi berbicara soal penekanan kesiapan kaltim. Tapi lebih kepada bagaimana efek dari perpindahan itu bagi Indonesia secara keseluruhan.

Menurutnya, dampak dari kepindahan ibukota itu bukan hanya melecut pembangunan di wilayah Kalimantan saja, akan tetapi membuka celah yang lebih besar bagi perkembangan perekonomian tanah air. Dengan terbukanya jalur maritim kata Isran, distribusi barang skala internasional yang kini telah menjadi target terdekat Pelindo. Apalagi Kaltim memiliki pelabuhan skala dunia (direct call) untuk menjadi pusat distribusi logistic internasional.

“Perpindahan ibu kota itu, bukan untuk Kaltim. Tapi untuk Indonesia. Agar pembangunan, betul-betul merata. Tak terfokus pada daerah Jawa saja. Wilyah timur, sangat butuh sentuhan pembangunan,” ucap Isran Noor.

Isran optimistis, IKN memang menuju Kaltim. Karena, semua persyaratan yang dibutuhkan sebagai calon IKN baru, sudah dipenuhi oleh Kaltim. Baik dukungan masyarakat dan pemerintah, infrastruktur pendukung, lokasi pusat pemerintahan dan terpenting memenuhi unsur keamanan.

"Kalau terpilih, harus di syukuri. Berarti kaltim mendapat kepercayaan besar. Tentu saja dalam prosesnya, kaltim akan punya tugas besar untuk membuat proses perpindahan itu berlangsung aman dan tetap kondusif ," paparnya.

Namun, Isran juga mengatakan, tak masalah jika IKN tak jadi menuju Kaltim. Seluruh komponen masyarakat wajib tetap tenang dan menghormati keputusan Presiden tentang IKN yang memang menjadi hak dan domain pemerintah pusat.

"Keputusan itu adalah keputusan politik Presiden. Kalaupun bukan ke Kaltim, jangan berkecil hati. Kita wajib tetap mensyukuri dan mendoakan kebaikan dari dampak perpindahan itu," urai Isran Noor saat acara ramah tamah anggota Veteran Republik Indonesia di Gedung Olah Bebaya Komplek Odah Etam Samarinda, Kamis (15/8/2019) siang. (*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Kubar & Mahulu