TRENDING

ICW Sebut, BPJS Rentang dengan Fraud

Hasil kajian Center For Regional Policy Study (CRPS) bersama dengan ICW.

Nasional - on 1/1/19 ICW Sebut, BPJS Rentang dengan Fraud
ICW saat memaparkan hasil Survei tehadap BPJS disalah satu Café di Samarinda (Foto/Arief Kaseng)

Kaltimnews.co, Samarinda – Berbagai Kecurangan (fraud) dalam pelaksanaan program jaminan kesehatan pada sistem jaminan sosial nasional kembali diungkap Center For Regional Policy Study (CRPS) bersama dengan Indonesian Corruption Watch (ICW).

“Dalam periode Maret-Agustus, CRPS melakukan pemantauan lapangan di rumah sakit daerah dan swasta, dari pemantauan tersebut ditemukan setidaknya sebelas indikasi terjadinya fraud dan rata-rata dilakukan oleh pihak rumah sakit,” ungkap divisi kajian dan investigasi CRPS Kaltim, Dwi Riskirabsaudi kepada wartawan di café Afwan Jl pahlawan Senin (11/9/2017) siang.

Riski menyebutkan diantara pkatek fraud yang sering terjadi dan ditemuakan yakni adanya pembatasan masa rawat inap sehingga pasien diminta untuk pulang meskipun kondisinya belum memjungkinkan untuk di bawa pulang, selain itu pembelian obat/ infus oleh pasien dengan alasan obat tidak ditanggung oleh BPJS kesehatan.

“Berbagai factor landasan yang menyebabkan terjadinya fraud diantaranya, Tenaga medis bergaji rendah, Ketidakseimbangan antara sistem layanan kesehatan dan beban layanan kesehatan, Penyedia layanan tidak memberi insentif yang memadai, Kekurangan pasokan peralatan medis, Inefisiensi dalam system, Kurangnya transparansi dalam fasilitas kesehatan, Faktor budaya, sistem di INA-CBG's yang belum memuaskan dan ketidak siapan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (Tarif masih rendah),” tutup Reski.

Artas temuan ini Riski berencana akan langsung menemui pimpinan BPJS Kesehatandi Jakarta, Jumat (15/9/2017) mendatang. “Jika tidak ada halangan, maka jumat mendatang saya bersama dengan pihak ICW akan melaporkan segala temuan ini, ke pimpinan BPJS Kesehatan di Jakarta, kanapa harus pusat, sebab di wilayah samarinda pada khususnya hanya merupakan perpanjangan tangan dari pusat,”bebernya.

Untuk diketahui Fraud adalah suatu tindakan kecurangan sementara kecurangan JKN adalah tindakan yang dilakukan dengan sengaja oleh peserta, petugas bpjs kesehatan, pemberi pelayanan kesehatan, serta penyedia obat dan alat kesehatan untuk mendapatkan keuntungan finansial dari program jaminan kesehatan dalam sistem jaminan sosial nasional melalui perbuatan curang yang tidak sesuai dengan ketentuan. (*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Kaltim