TRENDING

Lagi,,, Developer Perumahan Murah Janjikan Terima Kunci Tahun Depan

Warga Geram laporkan Pengembang Perumahan ke Polisi

Kaltim - on 1/1/19 Lagi,,, Developer Perumahan Murah Janjikan Terima Kunci Tahun Depan
Sejumlah Warga melaporkan Pengembang perumahan di Polresta Samarinda

Kaltimnews.co, Samarinda - Sekira pukul 09.00 Wita, puluhan konsumen yang terdiri dari berbagai elemen mengadu ke polisi. Kedatangan mereka ke kantor polisi tersebut lantaran rumah murah yang sudah mereka bayarkan Down Payment (DP) sejak 2015, tidak kunjung beres.

Para konsumen yang terdir dari kalangan wartawan dan masyarakat di samarinda mengaku jika sudah membayar DP mulai Rp 6,75 juta untuk harga rumah murah Rp 150 juta tipe 36 yang berlokasi di kawasan Palaran.

Atas hal  ini , developer PT Tiga Kali Sembilan angkat bicara. Namun developer tidak menampik, jika pembangunan jadi lambat lantaran disebabkan lahan berdirinya proyek perumahan tersebut ternyata merupakan lahan perkebunan.

"Hambatan utama dari sertifikasi, awalnya tidak tahu tanah itu adalah tanah perkebunan," kata Direktur PT Tiga Kali Sembilan Masykur ditemui wartawan di kantornya, Jalan KH Harun Nafsi, Samarinda, Senin (2/10/2017).

"Sertifikasi ini berjalan 2 tahun lebih, dan baru selesai. Belum pemecahan (kepada konsumen perumahan). Lainnya, juga seperti IMB dan perbankan. Kalau legalitas sertifikat induk, sudah," klaim Masykur.

Masykur juga menyebut, salah satu bank BUMN, telah menyetujui ajuan kerja sama perusahaannya terkait pembiayaan perumahan.

“Beberapa waktu lalu kita telah menjalin kerja sama dari Bank Tabungan Negara (BTN), apakah konsumen setuju kopel 4? Alhamdulillah, semua setuju," klaim Masykur.

"Kalau dianggap konsumen dirugikan, buat saya hanya merugikan waktu. Tanah seluas 35 hektare, sudah kita bayar kok. Kita juga ajukan bangun jalan ke pemerintah. Awal tahun depan (2018), mudah-mudahan sudah terima kunci," sebutnya.

"Soal air dan listrik, kita masih lakukan pendekatan dengan PDAM dan PLN. Andaikan ada konsumen menarik diri, dalam aturan, uang DP kita kembalikan 70 persen. Tapi kalau disebabkan perusahaan, kembali 100 persen," terangnya.

Namun pernyataan Masykur ternyata berbeda dengan Sujoko, salah seorang konsumen. Meski memang ada pengajuan penandatangan perubahan dari awal perjanjian, namun menurutnya tidak semua ia setujui.

"Ada yang terpaksa teken. Awalnya kan 2 kopel, sekarang jadi 4 kopel. Bank maunya cuma 2 kopel," terang Masykur.

Konsumen program rumah murah 1 juta rumah yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo ditujukan untuk warga dan wartawan.

"Harapan kita sih, rumahnya tetap dibangun, karena bentuk fisiknya sudah ada. Kalau tidak sanggup, kembalikan uang DP. Kalau tidak bisa keduanya, ya sebaiknya dibawa ke ranah hukum," Geram Muhammad Amin, salah seorang wartawan di Samarinda. (*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Daerah