Iklan DPRD Samarinda

259 Orang Ini, Resmi Jadi PNS di PPU

Rubrik : Penajam Paser Utara | Topik : Kabar Penajam | Terbit : 26 August 2023 - 14:00

259 Orang Ini, Resmi Jadi PNS di PPU
Bupati PPU Hamdan saat menyerahkan SK PNS ke salah satu orang peserta CPNS (Istimewa)

KALTIMNEWS.CO, 259 Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) di Penajam Paser Utara (PPU) yang dinyatakan lulus di formasi 2021 kemarin, kini menerima surat keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Negeri Sipil ( PNS).

Penyerahan SK pengangkatan 259 PNS dilakukan Bupati PPU Hamdam, sekaligus memimpin pembacaan sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil (PNS), di aula RSUD Ratu Aji Putri Botung, Jumat (25/08/2023).

Dalam kesempatannya, Hamdam menyampaikan selamat kepada semua pegawai yang telah berhasil mendapat SK pengangkatan sebagai PNS.

"Selamat kepada semua saudara-saudari atas penerimaan SK-nya, minimal tanggung jawab saya selesaikan sebelum berakhir masa jabatan," katanya.

Hamdam menanyakan kepada semua pegawai yang menerima SK pengangkatan sebagai PNS apakah berbahagia telah menerima SK pengangkatan sebagai PNS.

Ia pun turut mengingatkan kepada semua pegawai bahwa berstatus PNS sekarang ini adalah pelayan masyarakat, artinya harus benar-benar melayani masyarakat di instansi masing-masing.

"Salah satu yang harus dibangun dalam rangka untuk mendorong terciptanya etika pelayanan yang melayani yaitu harus responsif dengan senyum, salam dan sopan santun" terang Hamdam.

Senada dengan Hamdan, Sekda PPU, Tohar dalam arahannya kepada semua pegawai negeri sipil yang sudah menerima SK PNS untuk selalu mengedepankan tugas dan sejumlah fungsi pemerintahan.

“Pelayanan kepada masyarakat kita kedepankan tugas pokok dan fungsi kelembagaan yang kita kuasai, itulah yang akan mengemban kita. Seberapa jauh arti keberadaan kita bagi masyarakat, seberapa tingginya kehadiran kita pada unit kerja, dengan kehadiran atau penambahan kita berada didalamnya apakah punya arti atau tidak," ujarnya.

Tohar juga menambahkan bahwa stigma negatif sampai hari ini masih melekat pada dunia birokrasi, itu kata dia, terbukti sampai saat ini.

Menurutnya birokrasi masih sangat identik dengan tumpukan kertas, birokrasi yang masih berbelit-belit, serta etos kerja PNS paling rendah dibandingkan dengan kualifikasi tenaga kerja yang lain.

"Kalau diri kita masing-masing merasa kurang nyaman dengan stigma negatif itu, maka mari kita berbenah, kita rubah birokrasi yang berbelit-belit, birokrasi yang nuansa dengan tumpukan kertas. Kita rubah yang berorientasi perubahan, serta birokrasi kinerja, semuanya harus kita rubah untuk menghilangkan stigma negatif tersebut, dengan menjadi pegawai negeri sipil yang berkualitas dan berintegritas," tutupnya. (*)

  • Penulis : Ufik Fitriana
  • Editor : Arief