TRENDING

Walikota Jaang Hadiri Puncak Erau Di Tenggarong

Putra Mahkota di sambut Warga Samarinda Seberang dengan Karpet Kuning

Advetorial - on 17/9/19 Walikota Jaang Hadiri Puncak Erau Di Tenggarong
Walikota Samarinda H Syaharie Jaang (baju hitam) berfose Bersama dengan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Pangeran Aji Muhammad Arifin dan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi -- www.kaltimnews.co / Foto: Kominfo Samarinda

iklan-banner-kominfo-SAMARINDA

KALTIMNEWS.CO,Samarinda – Puncak Erau yang merupakan Adat Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Pelaksanaan puncak adat Erau yang terpusat di Keraton (museum) berada di Tenggarong Minggu (15/9/2019) siang. Meski demikian puncak kemeriahan Erau juga tidak terlepasa dari keberaddan Samarinda yang mana prosesi Naga Bekenyawa (Naga Beristirahat) itu dilakukan di wilayah Samarinda Seberang yang dulunya merupakan wilayah kerajaan Kutai.

Dikutip dari Kominfo Samarinda Sejumlah Petinggi Pemkot Samarinda pun terlibat dengan Erau Adat Keraton ini. Wakil Walikota Samarinda M Barkati pada acara adat pembukaan, Minggu (8/9/2019) kemarin. Walikota Samarinda Syaharie Jaang misalnya hadir pada puncak festival Erau di Keraton, mulai Ngulur Naga hingga Belimbur bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Pangeran Aji Muhammad Arifin dan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi. Sedangkan Naga Bekenyawa di sambut oleh Sekretaris Daerah Kota Samarinda Sugeng Chairuddin yang berlangsung di Dermaga Aji Muhammad Parikesit, Kecamatan Samarinda Seberang.

Naga Bekenyawa sendiri adalah prosesi dimana rombongan Pembawa Naga yang dipimpin Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara, Adji Pangeran Harjo Adi Kesuma beristirahat di Samarinda Seberang, sebelum melanjutkan prosesi Mengulur Naga yang akan dilaksanakan di Kutai Lama.

Kedatangan Putra Mahkota yang menaiki speedboat ini disambut hangat masyarakat setempat. Beralaskan Karpet Kuning khas Kesultanan, pangeran pun diarak menuju panggung. Suguhan tari Paduppa dari gadis-gadis Bugis pun turut memeriahkan.

Sugeng Chairuddin yang mewakili Walikota mengapresiasi acara rutin tahunan. 

"Melalui kesenian dan kebudayaan kita dapat menelusuri sejarah yang menjadikan ciri kita sebagai suatu bangsa yang memiliki beragam adat istiadat," ujarnya. 

Dalam perkembangannya, budaya dan seni berkembang sampai ke daerah yang jauh dari tempat dimana dia berasal, seperti halnya budaya Ngulur Naga yang akan dilaksanakan di Kutai Lama dan Naga Bekenyawa sebagai tempat persinggahannya.

Ia berharap melalui Upacara adat ini akan selalu terjalin persaudaraan antara Kesultanan Kutai Kartanegara dan pemerintah, serta seluruh masyarakat.

Sebelum Putra Mahkota melanjutkan perjalanan ke Kutai Lama, acara dilanjutkan dengan prosesi Tepong Tawar terhadap Putra Mahkota dan kerabat Kusultanan Kutai. (*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Pemkot Samarinda