TRENDING

130 peluru bersarang ditubuh Orangutan Kaltim

Telapak Kaki Kirinya Juga Hilang

Nasional - on 1/1/19 130 peluru bersarang ditubuh Orangutan Kaltim
Manajer Perlindungan Habitat Center for Orangutan Protection (COP) Ramadhani saat memperlihatkan hasil Rontgen orangutan yang diduga dibantai oleh oknum yang tak bertanggung jawab (foto/Arief Kaseng)

KALTIMNEWS.CO, Samarinda Anak Orangutan Kalimantan Timur (Pongo Pygmaeus Morio) yang ditemukan di area Balai Taman Nasional Kutai (TNK), akhirnya mati mengenaskan, Kasus penganiayaan satwa primata itu kembali terjadi dibumi Etam. Sekira 130 peluru bersarang di kepala dan badan orangutan ini. Tidak hanya itu, telapak kaki kirinya juga hilang. Diduga ditebas senjata tajam.

Orangutan itu pertama kali ditemukan warga, seperti merintih kesakitan, Sabtu (3/2/2018) di sebuah danau kecil area hutan TNK. Temuan itu, langsung dilaporkan ke petugas Balai TNK.

"Balai TNK kemudian berkoordinasi ke COP pada hari Minggu (4/2/2018), sehari setelah ditemukan. Tim kami, Senin (5/2/2018) tiba di Bontang, karena Orangutan itu dibawa ke kantor balai TNK di Bontang," kata Manajer Perlindungan Habitat Center for Orangutan Protection (COP) Ramadhani, kepada kaltimnews.co, Selasa (6/2/2018) malam.
Saat dibawa, kondisi kesehatan orangutan jantan itu yang diperkirakan berusia 5-7 tahun itu tidak dalam kondisi baik. "Kondisinya sampai Senin sore kemarin, tidak bagus. Dini hari tadi Pukul 01.55 dipatikan mati," ujar Ramadhani.

COP bergerak cepat mencari lokasi yang memadai untuk melakukan rontgen dan juga keperluan autopsi. Hingga akhirnya mendapat tempat di RS Pupuk Kalimantan Timur di Bontang.

"Tapi dari hasil rontgen kami, meski belum dihitung total, sementara ada lebih 100 peluru senapan angin. Sekitar 74 butir diantaranya, ada di kepala," ujar Ramadhani.

Tim COP menargetkan proses autopsi, bisa dirampungkan menjelang pagi nanti di RS PKT Bontang. "Dari fisik luar juga, ada beberapa luka dan kaki kiri, bagian telapaknya, sudah tidak ada," sebut Ramadhani.

Pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polres Bontang. Sebab, sudah banyak kasus pembunuhan orangutan dengan cara menembaknya menggunakan senapan angin dan menebas kepala.

"Kita juga sudah koordinasi dengan Bareskrim Polri, karena yang di Kalteng tempo hari, terungkap dengan kerjasama Bareskrim. Kita tunggu kepolisian Bontang, mengungkap kasus ini," sebut Ramadhani.

Malam ini, tim gabungan dari identifikasi Polres Bontang, dokter hewan dari Dinas Peternakan Kota Bontang dan juga dokter hewan COP, akan menyelesaikan proses autopsi di RS PKT.

"Lidah orangutan jantan ini juga bengkak. Ini sama sadisnya dengan kejadian di Kalteng, menggunakan peluru senapan angin. Kita akan tunggu hasil tim yang bekerja," katanya. (*/arief/kaltimnews.co)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Daerah