TRENDING

Tingkatkan PAD Samarinda, Ini Langkah Yang Akan Ditempuh Novi Marinda di Dewan.

Ingin Semua Pengelolaan Parkir dan Pajak yang bebasis online

Advetorial - on 25/9/19 Tingkatkan PAD Samarinda, Ini Langkah Yang Akan Ditempuh Novi Marinda di Dewan.
Novi Miranda Anggota DPRD Samarinda dua Periode -- www.kaltimnews.co/Foto: Arief: Kaseng

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Jika sejumlah anggota DPRD masih belum mengetahui di komisi mana akan duduk, namun berbeda dengan Anggota Dewan Samarinda yang satu ini. Anggota DPRD dua periode, Novi Marinda Putri, bahkan sudah hampir memastikan jika dirinya akan duduk bercokol di Komisi II Dewan Basuki Rahmat tersebut.

“Kalau sebelumnya, saya di komisi IV, dan ditahun ini Insya Allah, akan duduk dan berkiprah di komisi II DPRD Kota Samarinda, jadi sekarang ini saya kini konsentrasi lebih kepada masalah pengelolaan, peningkatan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda,” Ujar Novi Sapaan akrabnya, yang ditemui Kaltimnews.co, di Ruang Komisi II Gedung Dewan Samarinda Jl Basuki Rahmat, Rabu (25/9/2019) Siang.

Menurut Novi beberapa sektor PAD Samarinda hingga kini belum terkelola masimal, sebut saja sector parkir yang hanya bisa menyumbang PAD Sekitar Rp 400 juta, dan hal itu sangat terbilang kecil.

“Selama ini samarinda, selalu masih bergantung dengan Dana Bagi Hasil (DBH), baik dari pusat maupun dari provinsi, kedepan kami berharap samarinda sudah bisa mandiri dengan arti kata bahwa sumber PAD Samarinda bisa terkelola secara maksimal,” sebut Novi.

Untuk meningkatkan sumber PAD, Novi ternyata memiliki sejumlah wacana yang akan nantinya disampaikan dengan pemerintah kota sebut saja Pengelolaan Parkir, Pajak Restoran, yang bebasis online, seperti misalnya pengelolaan parkir di mall itu berbedan dengan pengolalan parkir dengan parker manual, itu sangat jauh selisihnya, Makanya kedepan kami akan mendorong pemkot untuk menerapkan system retribusi berbasis online,” Beber Novi.

Terkait adanya fasilitas public yang berada di wilayah hijau Samarinda yang selama ini dikomersilakan oleh pemerintah kota, seperti Mahakam Lampion Garden (MLG), disebut Novi merupakan hal yang wajar mengingat dalam pengelolaan tempat tersebut memerlukan berbagai perbaikan seperti maintenance.

“Coba kita bandingkan antara taman Cerdas yang tidak di pungut retribusi, dengan MLG tentu sangat berbeda, yang perlu dilakukan adalah pengawasan dari sisi pengelolaan tempat tersebut jangan sampai nantinya hasil berupa retribusi, yang harusnya menjadi sumber PAD malah tidak masuk dalam PAD,” Tutup Novi. (*)   

 

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #DPRD Samarinda