TRENDING

Suparno: RTH Samarinda tidak capai 30 persen

Siap Mengusut Persoalan RTH Jika Kembali Tempati Komisi I

Advetorial - on 27/9/19 Suparno: RTH Samarinda tidak capai 30 persen
Anggota DPRD dua periode dari Partai PAN, Suparno -- www.kaltimnews.co/Foto: Arief Kaseng

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Sejatinya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kota samarinda mencapai 30 persen dari luas wilayah perkotaan, namun sayangnya kota Samarinda yang dikenal sebagai kota tepian justru tidak mencapai jumlah tersebut. demikian di sampaikan Anggota DPRD Kota Samarinda, Suparno kepada media ini saat di temui dirunag kerjanya, di Ruang Komisi I Gedung DPRD Kota Samarinda Jl Basuki Rahmat, Kamis (26/9/2019) siang.

“Seharusnya proporsi RTH di setiap perkotaan lazimnya memiliki kawasan hal ini sesuai dengan UU No. 26 Tahun 2007, tentang penataan ruang, yaitu mensyaratkan ruang terbuka hijau pada wilayah kota paling sedikit 30 persen dari luas wilayah perkotaan. Di samarinda sendiri yang notabene merupakan ibu kota Kalimantan Timur (Kaltim) hingga saat ini saat ini hanya memiliki luas RTH sekira dua belas persen,” Kata Suparno.

Menurut Suparno rentetan persoalan yang menjadikan Kota samarinda hingga sekarang masih terkendala dari RTH seperti Sistem penataan kota dengan ruang terbuka hijau yang masih jauh dari harapan masyarakat, yang disebutnya masih belum optimal.

“Pada dasarnya persoalan itu sama, hanya saja tingkat untuk menyelesaikan masalah perlu adanya sinergitas. Dengan keberadaan anggota yang baru ini, sehingga dapat terbangun juga komunikasi antara masing-masing fraksi periode lalu yang belum terselesaikan dapat dituntaskan oleh teman-teman yang baru ini. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah, maraknya perizinan yang tidak sesuai porsi dan tidak mengindahkan ruang lingkup Samarinda,” tutur Suparno.

Suparno menyebut, dirinya siap mengusut persoalan RTH tersebut jika dirinya kembali menempati komisi I yang mana diantaranya memiliki tupoksi yakni perizinan.

“Saya di periode sebelumnya (2014-2019) menempati komisi I. Jika di periode ini ditugaskan kembali di komisi I, maka akan kami buka kembali lembaran pekerjaan yang belum tuntas dan akan dituntaskan di periode selanjutnya (2019-2024). Diantaranya membereskan perizinan yang tidak sesuai dengan porsi atau maraknya pembangunan liar tanpa izin yang jelas. Maka perlu diterbitkan kembali,” tegas Suparno.

Selain itu Suparno berjanji jika dimasa jabatannya tersebut dirinya bersama dengan anggota dewan lainnya akan menindak tegas bangunan-bangunan liar dan perizinan yang tidak sesuai.

“Jika ditemukan, maka kami akan memanggil dinas terkait untuk dilakukan verifikasi. Jika saya di sini (komisi I), maka itu yang saya lakukan. Ada beberapa bangunan yang kami lihat, ternyata bangunannya sampai mengenai badan trotoar, bahkan jalan raya,” ungkap Suparno.

Kembali RTH politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Samarinda ini mengaku jika penataan Samarinda harus masih menjadi perhatian utama, hal ini tenytunya demi menyediakan kawasan yang tata kota yang lebih baik.

“Coba lihat di sekeliling Samarinda, masih minim penyediaan kawasan ruang terbuka hijau (RTH). Idealnya, kawasan RTH itu harus menjadi perhatian sebagai upaya menyediakan ruang terbuka untuk masyarakat, tapi ruang tersebut terlihat rindang dengan berbagai pohon yang hijau, itu tentunya dilakukan oleh pemkot Samarinda,” tungkas Suparno. (*/ADV)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #DPRD Samarinda