TRENDING

Joni Sinatra Ginting : Persoalan Banjir menjadi tanggung jawab bersama

Perlu Ada Sinergi Antara Pemerintah dan Masyarakat

Advetorial - on 8/10/19 Joni Sinatra Ginting : Persoalan Banjir menjadi tanggung jawab bersama
Anggota DPRD Samarinda periode 2019-2024 Joni Sinatra Ginting -- www.kaltimnews.co / Foto: Arief Kaseng

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Berhasil menggait hati Warga Dapil V Samarinda Utara dan Sungai Pinang, Joni Sinatra Ginting berhasil duduk sebagai naggota DPRD Samarinda periode 2019-2024. Dalam masa baktinya itu Joni panggilan akrabnya mengaku akan focus pada penanggulangan banjir yang kerap melanda kota samarinda.

Politisi asal partai Demokrat ini, menyebutkan, jika dirinya siap dan optimis dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat tersebut.

“Yang pertama saya akan mengupayakan pembangunan fasilitas penanganan banjir yang sampai saat ini masih menjadi problem utama yang belum kelar-kelar di dapil saya, saya meara persoalan banjir ini masalah utanamuya dari saluran pembuangan air drainase yang kurang, selain itu sejumlah parit yang kira kira sudah dangkal nanti akan dikeruk,” ungkap Joni kepada kaltimnews.co Selasa (8/10/2019) siang.

Selain itu Joni juga mengungkapkan jika selain membangun infrastuktur pembarian pemahaman kesadaran kepada masyarakat juga dinilai yang utama. Sebut saja pemberian pemahaman tentang kesadaran lingkungan yang bersih bagi anak usi dini dinilai wajib dilakukakan.

“Penanggulangan banjir salah satu caranya adalah memberikan edukasi atau pemahaman kepada masyarakat karena marak membuang sampah di sembarangan tempat. Hal ini perlu kami sosialisasikan kepada masyarakat. Ada beberapa proses dalam menanggulangi banjir, yaitu memberikan pemahaman maupun etika dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Cara ini tentu lebih ampuh dalam sosialisasi kepada masyarakat. Bisa jadi anak-anak yang polos ini, ketika melihat orangtuanya ataupun tetangganya yang membuang sampah sembarangan, maka akan ditegur oleh si anak. Anak yang telah sadar membuang sampah harus pada tempatnya pasti akan menegurnya. Sebagai orang dewasa pasti merasa malu,” imbuhnya.

Edukasi, lanjut Joni, bukan hanya di usia dini tapi perlu ditanamkan kepada siswa SMP maupun SMA.

“Anak-anak SMP dan SMA juga perlu diberi pemahaman terkait perilaku membuang sampah sembarangan, seharusnya lingkungan dapat sehat dan jauh dari banjir. Tentu tingkat kesadaran para masyarakat juga di barengi dengan edukasi atau berapa banyak sosialisasi yang sudah dilakukan di berbagai komunitas,” sebut Joni.

Menurut Joni, orang dewasa lebih susah sadar akan hal ini, sebab tidak terbentuk sejak kecil. Sehingga mentalnya terus terbawa hingga dewasa. Masyarakat akan sadar setelah terjadinya banjir.

“Kami berharap, jangan terjadi seperti itu. Mindset masyarakat harus dirubah dengan cara sosialisasi kepada warga,” jelasnya.

Joni menjelaskan, langkah untuk menanggulangi banjir yaitu pencegahan dan pengawasan yang harus terus dilakukan oleh instansi terkait.

“Langkah selanjutnya adalah perbaikan kinerja pelaksana lapangan, dalam hal ini petugas ataupun aparatur yang melakukan pengawasan, pemantauan, operasi dan pemeliharaan bangunan air. Bangunan air yang baik tanpa dimanajerial dengan baik oleh petugas atau aparatur tidak akan menjamin keterlaksanaan fungsi dan kinerja bangunan tersebut. Maka tidak dipungkiri kinerja sumber daya manusia yang terlibat dalam penanggulangan genangan banjir perlu terkoordinasi dengan baik, dan hal ini perlu didukung oleh pemkot Samarinda untuk menangani banjir,” tutup Joni. (*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #DPRD Samarinda