TRENDING

Himpsi Kaltim Malah Sebut Biaya Pemeriksaan Paslon Tiga Kali Lipat Lebih Kecil

Sebut ukuran mahal dalam tes bersifat relatif

Politik - on 1/1/19 Himpsi Kaltim Malah Sebut Biaya Pemeriksaan Paslon Tiga Kali Lipat Lebih Kecil
Ketua Himpsi Kaltim, Nuraida, saat memberikan keterangan pers terakit Biaya Tes Kesehatan yang dinilai tak wajar ()Foto/Arief Kaseng)

KALTIMNEWS.CO, Samarinda - Komisioner KPU Kaltim, Ida Farida, menyebut jika Biaya pemeriksaan sembilan paslon Calon Gubernur Dan Wakil Gubernur Kaltim termasuk salah satu biaya pemeriksaan yang tinggi dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Paslnya kata Ida, Dari hasil keseluruhan biaya pemeriksaan, nilai rupiah terbilang fantastis yakni mencapai angka Rp 496 juta.

"Angka ini cukup besar jika dibandingkan dengan provinsi lain yang juga melakukan hal serupa, lihat saja seperti surabaya yang hanya mengelontorkan dana pemeriksaan kesehatan yang hanya mencapai Rp 15 Juta per satu Calon," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan, Nathaniel Tandirogang menyebut ukuran mahal dalam tes tersebut sifatnya relatif.

"Pemeriksaan ini klasifikasi VIP, dan setara dengan pemeriksaan calon kepala negara (Calon Presiden). Sama dengan standar se-Indonesia. Bakal calon Presiden juga sama, melakukan tes kesehatan. Untuk ukuran mahal, sangat relatif," ucap Nathaniel.

Ketua IDI Kaltim ini pun menjabarkan pihak-pihak mana saja yang ikut ambil bagian dalam pemeriksaan kesehatan tersebut.

"Dalam tim pemeriksaan, ada tiga lembaga. Pertama jasmani dan jiwa, ada 28 dokter, kualifikasi sangat baik untuk ukuran kaltim. Kedua,psikologis dari Himpsi, yang gunakan ahli psikologis dengan klasifikasi juga terbaik. Dan ketiga dari BNN," ucapnya.

Sementara itu Ketua Himpsi Kaltim, Nuraida, membantah jika biaya yang dibebankan itu terbilang tinggi, malah menurut dia biaya tersebut justru sudah termasuk biaya yang dipangkas. Terlebih jika biaya tersebut dibandingkan dengan biaya Himpsi lakukan tes psikologi pada perusahaan.

"Itu sudah tiga kali lipat lebih kecil dari biaya komersial pada umumnya. Misalnya dibandingkan dengan biaya untuk perusahaan. Jadi, sebenarnya agak kecil (nilainya)," tutup Nuraida. (*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Politik