TRENDING

IJTI Kaltim Gait BPHP Gelar Pojok Diskusi dan Multimedia

Mengasah Kemampuan SDM BPHP Dalam Karya Jurnalistik

Nasional - on 1/1/19 IJTI Kaltim Gait BPHP Gelar Pojok Diskusi dan Multimedia
Ketua IJTI Kaltim Amir Hamzah memberikan keterangan pers terkait kegiatan yang dilakukan pihaknya Bersama dengan BPHP Wilayah XI Samarinda

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Sekira 50 orang yang terdiri dari Kantor Pengelolaan Hutan(KPH), Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) dan Dinas Kehutanan Sekaliamantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) mengikuti acara Pojok diskusi dan Multimedia di Aston Hotel Aston Samarinda. Acara yang diseleggarakan oleh BPHP Wilayah XI Samarinda tersebut digelar selama tiga hari yakni dari senin (9/4/2018) dan berakhir esok Rabu (11/4/2018).

Kepada kaltimnews.co, Ketua panitia penyelenggara, Teguh Handoko, mengatakan jika acara tersebut dihelat bersama dengan Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) Kaltim. Hal ini dilakukan pihaknya lantaran kata dia untuk lebih mengasah kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) Lingkup BPHP pada khususnya dalam karya Jurnalistik.

“Kebanyakan dari SDM kami itu hanya terpola membuat laporan kerja saja, dan hampir belum bisa mengelola suatu informasi untuk nantinya menjadi komsumsi publik,” ujarnya.

Selain Itu kata dia, dengan kegiatan tersebut pihaknya lebih terampil dalam mengelola informasi baik berupa rilis media maupun dalam bentuk video. “Dengan adanya kegiatan ini kami harapkan para peserta dapat lebih terampil. Paling tidak, ahli dalam membuat pemberitaan baik berupa berita maupun dalam bentuk video,” Jelasnya.

Sementara Itu Ketua IJTI Kaltim, Amir Hamzah, mengatakan kegiatan yang terselengara selama 3 hari tersebut dibagi dengan beberapa sesi. “Dihari pertama merupakan sesi pembukaan dan pembekalan bagai mana cara mengambil video Jurnalis yang baik dan benar, di hari kedua terdapat materi cinematografi, dan hari ketiga berupa penyampaian cara penulisan berita sesuai dengan kaedag jurnalistik,” bebernya.

Dikatakan Amir Hamzah, dalam pelaksanaannya dirinya menerapkan metode 20 persen materi dan 80 persen praktek. Pemilihan metode tersebut kata dia lantaran dianggap cepat diserap oleh para peserta kegiatan.

“Kita menerapkan metode 20 persen materi, dan 80 persen praktek. Konsep ini merupakan konsep yang efektif, mengingat para peserta awalnya kaku, setelah kami berikan pembekalan materi yang disusul dengan praktek lapangan berakhir dengan hasil yang sesuai yang diharapkan,” katanya.

Dirnya mengaku mengapresiasi kegiatan tersebut terlebih kata dia kegiatan tersebut melibatkan IJTI Kaltim sebagai pelaksana kegiatan. “Saya mengapresiaisi kegiatan ini apalagi dengan melibatkan IJTI sebagai bagian besar dari acara, Terus terang Ini istimewa bagi kami. Terima Kasih sedalam dalamnya kami haturkan kepada pihak penyelenggara kegiatan dan semua Crew media yang telah ikut menyukseskan kegiatan ini,” pungkasnya. (*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Kaltim