TRENDING

Angkasa Jaya Sebut Pemindahan Balai Kota Masih Belum Urgent

Jangan Sampai Terjadi Transaksi Kepentingan  

Advetorial - on 4/11/19 Angkasa Jaya Sebut Pemindahan Balai Kota Masih Belum Urgent
Ketua Komisi III DPRD Samarinda dari Partai PDI Perjuangan Angkasa Jaya Djoeraini (Kanan Ujung) saat menghadiri acara reses Anggota DPRD Kaltim Ananda Emira Moes di Sungai kunjang -- www.kaltimnews.co / Foto: Arief Kaseng

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Sebelum bertolak ke Surabaya, anggota DPRD Samarinda Angkasa Jaya Djoeraini sempat melontarkan protes kerasnya terkait wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, yang ingin memindahkan pusat pemerintahan (Balai Kota) ke Wilayah Sungai Siring.

Ditemui dalam acara reses salah satu anggota DPRD Kaltim di dapilnya, Minggu (3/11/2019) malam, Anggota DPRD dari Fraksi PDIP ini mengaku jika pemindahan pusat pemerintahan Kota Samarinda belum masuk dalam kategori yang urgent. “Sebenanrnya pemindahan pusat pemerintahan yang di wacanakan Pemkot, itu belum urgent, masih banyak persoalan yang harus di dahulukan seperti penanggulangan banjir yang kini menjadi momok warga Samarinda,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Angkasa Jaya mempertanyakan sikap ngotot Pemkot dalam memindahkan pusat pemerintahan ke wilayah Sei Siring tersebut. “Jangan sampai pemindahan tersebut ditunggangi oleh kepentingan pengusaha tertentu, karena hal itu sangat memungkinkan terjadi, dalam arti kata jangan sampai ada transaksi kepentingan,” ucap Ketua Komisi III DPRD Samarinda ini.     

Lebih lanjut Angkasa Jaya menyebutkan, jika penentuan lokasi balai kota harus memiliki sejumlah kajian yang mendalam yang harus dijelaskan secara terbuka ke public.

“Salama ini tidak ada kajian yang dipaparkan kepada public, bahkan dalam menjalankan programnya Pemkot bahkan tidak mendegarkan pendapat anggota dewan Samarinda. Padahal pemindahan pusat pemerintahan harus berlandaskan pada RT/RW yang termaktub dalam perda No. 2/2014,” Singgung Angkasa Jaya.

Sejauh ini kata dia, draft perencanaan yang disusun oleh tim panitia pemindahan balai kota, belum sampai ditanngan DPRD Samarinda untuk dibahas.

“Sepengetahuan saya dalam waktu dekat sejumlah Ketua Komisi DPRD Samarinda, akan di undang ke Pemkot untuk menghadiri rapat dengar pendapat, bagi saya itu sudah salah, harusnya meraka (Pemkot, Red) yang bertandang ke gedung dewan Samarinda untuk mengelar hal tersebut, karena kami di DPRD juga berhati-hati, atas segala kemungkinan yang bisa terjadi, seperti menyodorkan draft yang sudah difinalkan oleh pihak mereka ke DPRD, ini kan bisa menjebak, makanya ini perlu diantisipasi,” pungkas Angkasa Jaya. (*/Adv)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #DPRD Samarinda