TRENDING

Jalan Poros Sungai Dama - Sambutan Macet Parah

Dewan Minta Pemkot Samarinda Memberhentikan Izin Melintas Bagi Kendaraan Berat.

Advetorial - on 5/11/19 Jalan Poros Sungai Dama - Sambutan Macet Parah
Suasana Kemacetan panjang yang terjadi di wilayah Sungai Dama samarinda setiap sore -- www.kaltimnews.co/Foto: Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Wajah Maryati (39) nampak lusuh, saat dirinya terjebak kemacetan parah di Jalan Otto Iskandar Dinata atau yang biasa disebut Jalan Tenggiri, Warga, RT Warga RT 10, Kelurahan Sambutan tersebut harus rela menikmati kemacetan panjang di Jlan akses menuju rumahna tersebut.  

Kemacetan kendaraan ini mengular mulai dari Jembatan Sungai Dama hingga ke Gunung Mangga dinilai memang sudah tidak bisa lagi ditoleransi. Terlebih saat kendaraan besar turut memanfaatkan jalan tersebut pasca di fungsikannya Jembatan Mahkota II.

“Hampir setiap hari kami rasakan seperti ini, selain kondisi jalannya yang sempit dan menajak, sejumlah kendaraan besar juga turut hadir di jalan ini sekarang,” ujar Maryati.

Kondisi yang dialami Maryati ternyata juga turut dialami Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Kamaruddin. Politisi Partai Nasdem ini menyebut kemacetan di kawasan tersebut bisa memakan waktu hingga berjam-jam.

"Hampir setiap hari macet. Bisa sampai 3 jam," kata Kamaruddin, Selasa (5/11/2019) siang.

Menurutnya, Pemkot Samarinda bisa mengeluarkan kebijakan guna membatasi volume kendaraan yang melintasi wilayah tersebut. Minimal ada waktu-waktu yang ditetapkan bagi kendaraan raksasa.

"Bisa saja dikasih waktunya malam. Jadi tidak terlalu menganggu aktivitas masyarakat," imbuhnya.

Dirinya menyarankan Pemkot Samarinda memberhentikan izin melintas bagi kendaraan berat. Mengingat pihaknl eksekutif belum mampu menyediakan akses jalan yang mumpuni. (*/adv)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #DPRD Samarinda