TRENDING

Disdik Kaltim Gelar Lomba Gerakan Cinta Cagar Budaya

Digagas Bidang Kebudayaan, Diikuti Ratusan Peserta

Advetorial - on 6/11/19 Disdik Kaltim Gelar Lomba Gerakan Cinta Cagar Budaya
Para pemenang Lomba Fotografi Cagar Budaya bersama Sekertaris, Kabid Kebudayaan, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman dan salah satu Juri – www.kaltimnews.co /Foto: Disdik Kaltim

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Dalam rangka pelestarian cagar budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur melalui Bidang Kebudayaan selenggarakan Gerakan Cinta Cagar Budaya dan Permuseuman bertempat di Hotel Royal Park, Jalan Sentosa, Samarinda.

Gerakan ini diisi dengan lomba yang bertemakan cagar budaya, diantaranya Lomba Karya Ilmiah, Fotografi dan Seni Lukis Sketsa dengan sasaran siswa-siswi SMA/SMK/MA se Kalimantan Timur.

Kegiatan diawali dengan pendaftaran peserta yang diberi waktu 1 bulan, dari pendaftaran animo peserta sebanyak 48 siswa untuk Lomba Karya Ilmiah, 63 siswa untuk Lomba Fotografi dan 84 karya dari 84 siswa, kemudian peserta yang tedaftar dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari: Lomba Karya Ilmiah, Cagar Budaya: Balai Arkeolog Kalimantan, Universitas Mulawarman, Lomba Fotografi Cagar Budaya: Balai Pelestarian Cagar Budaya, dan Lomba Sketsa Cagar Budaya: Ikatan Pelukis Indonesia

Dewan juri mengambil 20 peserta dari masing-masing mata lomba, dan mempresentasikan karyanya untuk dinilai dan menentukan yang keluar sebagai juara.

Juara masing-masing lomba berhak mendapat sertifikat penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp.1.750.000 untuk juara I, Rp.1.400.000 untuk juara II, Rp.1.100.000 untuk juara III dan Rp.750.000 untuk juara Harapan I.

Drs. Djhoni Topan dalam sambutannya sebelum menutup kegiatan berharap dimasa mendatang para siswa terus menciptakan prestasi untuk menciptakan daya saing sesuai Visi Misi Gubernur.

"Semoga para siswa dimasa mendatang terus menciptakan prestasi karena itu adalah bagian mengolah da mengasah Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdaya saing dan berakhlak mulia terutama perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas" ujar Djhoni.

"Peserta yang mengikuti lomba seperti melukis sketsa atau fotografi atau karya ilmiah, disitu ada nilai yang terkandung dalam sebuah karya seperti tekun berlatih, menggali informasi tentang cagar budaya lebih dalam, nilai itu perlu untuk diterapkan dikehidupan sehari-hari." tambahnya. (*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Kaltim