TRENDING

Usut dana BLH yang Ditangani Kejari Samarinda

Jamper Kaltim Sebut upaya Kejari Nihil

Hukum Kriminal - on 1/1/19 Usut dana BLH yang Ditangani Kejari Samarinda
Massa Yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat saat menyampaikan Orasinya didepan kantor Kejari Kaltim (Foto/Arief Kaseng)

KALTIMNEWS.CO, Samarinda - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Muda embaharu (Jamper) Kaltim rabu (23/5/2018) siang menggelar aksi demo di kantor Kejaksaan Negeri Samarinda.

Dalam aksinya Jamper Kaltim menyoal terkait berbagai kasus yang ditangani penyidik Kejaksaan Negeri Samarinda yang dinilai.mangkrak alias tidak berkelanjutan.

"Banyaknya kasus yang ditangani Kejaksaan Negeri Samarinda tidak jelas. Bahkan ada bebarapa kasus besar yang kami amati sampai sekarang belum ada tanda-tanda untuk dilanjutkan," Ujar koordinator aksi, Ahmadi Wiharno.

Menurutnya, berbagai kasus yang kini ditangani pihak kejari Samarinda seperti, kasus BLH Kota Samarinda terkait mark up atau kelebihan pembayaran pengadaan alat kualitas udara yang pernah di usut oleh kejaksaan Samarinda pada tahun 2016.

"Selain kasus itu ada juga kasua seperti, kasus Yayasan Masyarakat Singkong Samarinda yang belum dapat melaporkan LPJ nya dana hibah sebesar 8,5 miliar. Selain itu dana deposito Rp 500 M kota samarinda temuan BPK Samarinda, yang dilaporkan oleh salah satu LSM pegiat korupsi hampir 2 tahun kasus tersebut tak jelas kelanjutannya," bebernya.

Atas hal ini, Kasi Pidsus kajari Samarinda Johansen Silitonga,SH, meminta agar jamper membawa dukumen sehingga nantinya bisa melakukan pengecekan data yang sudah masuk.

"Kalau tidak membawa data dan hanya berdasarkan informasi media, bagaimana kami bisa menelusurinya,” tungkas Johansen.(*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Daerah