TRENDING

Bocah 1,7 Tahun Tewas Terseret Arus Banjir

Nasional - on 1/1/19 Bocah 1,7 Tahun Tewas Terseret Arus Banjir
Situasi Pencarian Bocah yang tersebrt Banjir (Foto/Zab)

KALTIMNEWS.CO,Kutai Kartanegara - Seorang bocah laki-laki, berusai 1,7 tahun, warga Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, Pada Kamis (7/6/18), pukul 18.55 Wita sore kemarin, dilaporkan pihak keluarga menghilang ketika sedang bermain.

Namun saat dilakukan pencarian bocah tersebut, ditemukan dibawah kolong rumah warga yang dekat tepi Sungai Mahakam, dengan kondisi sudah tak bernyawa, dan diduga terseret arus banjir ketika hujan turun.

Pencarian bocah berusia 1,7 terus dilakukan hingga malam hari oleh Tim Pencari gabungan, disekitar hilangnya korban ketika bermain bersama kakak kandungnya, untuk mencari korban di sejumlah titik, yang diduga terseret arus banjir.

Pencarian pun dilakukan diempat titik dan akhirnya Tim Pencari Gabunganpun menemukan bocah tersebut dibawah kolong rumah warga ditepi Sungai Mahakam, dengan kondisi sudah tak bernyawa yang berjarak 200 meter dari lokasi kejadian.

Usai di evakuasi, jasad bocah itupun langsung dibawa petugas kerumah duka, untuk segera disemayakan oleh pihak keluarga. Dan saat berada dirumah, kedua orang tua korban serta keluarga tak kuasa menahan tangis melihat tubuh bocah berusia 1,7 terbujur kaku.

" Alhamdulillah, ini berkat kegigihan dan kekompakkan rekan-rekan tim gabungan untuk mencari korban mulai dari tempat kejadian hingga ketepi sungai mahakam, dan akhirnya korbanpun ditemukan dengan cepat pada pukul 23.30 Wita. Namun korban sudah meninggal dunia, dan kamipun segara membawa korban kerumah duka, " terang Fatur Rahman dari Tim Unit Sigap, kepada media ini.

Sementara itu, pihak keluarga korban membenarkan kejadian ini, meski informasi sempat simpang siur hilangnya bocah 1,7 tahun itu, ketika sedang bermain bersama kakak kandungnya.

Dan kejadian inipun membuat kedua orang tua korban serta keluarga menjadi sok berat, ketika melihat bocah 1,7 tahun itu terbujur kaku saat jasad tiba dirumah duka, padahal bocah itu sempat bermain-main dengan sanak saudara.

" Ya kita lihat saat ini korban sudah ditemukan dengan kondisi sudah meninggal dunia, yang ditemukan dibawah kolong rumah warga ditepi sungai mahakam. Asumsi-asumsi yang ingin kami sampaikan sangat susah, apakah itu dibawa banjir atau bagaimana, kita tidak dapat memprediksi dan tidak ada yang melihat. Namun saat kejadian hanya kakaknya saja yang melihat, dan kata kakaknya adiknya diambil orang, " jelas Adrianus yang merupakan keluarga korban.

Belajar dari kejadian ini, merupakan sebuah pelajaran berharga bagi seluruh orang tau dimana saja, jangan pernah sekali-kali meninggalkan anak kecil bermain sendirian tanpa adanya pengawasan saat banjir dan hujan datang disekitar rumah maupun area terbuka.(fh)

Penulis : Reporter Ketiga

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Kukar