TRENDING

Soroti Perusda, DPRD Kaltim Sidak Aset MBS di Kariangau

Pahami Potensi & Operasional, Kontribusi & Permasalahan Perusda dibahas pada RDP Lanjutan

Kaltim - on 17/1/20 Soroti Perusda, DPRD Kaltim Sidak Aset MBS di Kariangau
Anggota Komisi II Sutomo Jabir (kanan) dan Baharuddin Demmu (Kiri), saat sidak di Kariangau Kaltim Terminal (KKT), Kamis (16/1/2020) -- www.kaltimnews.co / foto : IST

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Minimnya kontribusi perusahaan daerah (perusda) Kaltim, lagi-lagi mendapat sorotan tajam DPRD Kaltim. Tak hanya belum memberikan kontribusi berarti Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kaltim, beberapa diantaranya malah tersandung kasus pidana. Padahal, dana penyertaan modal yang dikucurkan, jumlahnya tak sedikit.

Lewat Komisi II DPRD Kaltim, proses pengawasan salah satunya bergulir lewat Rapat Dengar Pendapat(RDP) dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur belum lama ini. Komisi II ingin memastikan dan memahami detil operasional semua Perusda. Baik yang punya potensi utnuk berkembang maupun yang tengah drop. Salah satu BUMD yang memiliki banyak aset dan diklaim mampu berkembang hingga kini, yakni Melati Bhakti Satya (MBS).

Tepat Kamis, (16/1/2020) berlokasi Pelabuhan Kariangau Balikpapan, Komisi II DPRD Kaltim melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kariangau Kaltim Terminal (KKT) yang merupakan salah satu aset yang dimiliki oleh BUMD MBS, yang konsen beroperasi disektor peti kemas.

Kunjungan, melihat langsung peluang usaha MBS yang menaungi KKT berkerjasama dengan Pelindo IV.

"Luas lokasi pemprov sekitar 300 Ha disana (Kariangau). Yang dikerjasamakan dengan Pelindo, baru 72 Ha. Peluangnya masih sangat besar,” kata Anggota Komisi II, Sutomo Jabir.

Kedepan, KKT juga berencana memperpanjang dermaga untuk mengakomodir kapal kontainer dengan ukuran lebih besar.

Memastikan operasional KKT dibawah naungan MBS tetap on the track, hasil kunjungan itu berlanjut dengan agenda RDP dengan jajaran KKT pekan depan.

"Kita tinjau tadi operasionalnya di pelabuhan. Adapun hal lain tentang kontribusinya terhadap PAD Kaltim dan masalah-masalah yang dihadapi, nanti akan dijelaskan Senin nanti di Komisi II," tambahnya.

Menurutnya, membangun & meningkatkan PAD kaltim, Perusda harus sehat secara structural, finansial dan kinerja.

"Sebagai mitra kerja Perusda, kami berharap agar terus bersinergi dan berbenah guna meningkatkan PAD, hingga masyarakat dapat menikmatinya melalui pembangunan dan sarana dan pra-sarana yang mudah yang disiapkan oleh pemerintah," Bebernya.

Diketahui, MBS pertama kali berdiri pada 1996. Saat itu, Pemprov Kaltim memberikan penyertaan modal sebesar Rp5 miliar.

Pada 2004, MBS menjalankan usaha di bidang transportasi, wisata, dan jasa umum dengan modal dasar perusahaan sebesar Rp32,5 miliar. Seluruhnya berasal dari modal pemerintah. Kemudian pada 2008 modal naik drastis menjadi Rp3 triliun dan sampai saat ini MBS telah memiliki aset senilai Rp 1,2 Triliun. (*/amd)

Penulis : Adhi

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Ekonomi