Sosok Guru Hebat Dari Kutai Kartanegara

Guru SD Yang Jadi Duta Rumah Belajar Milik Kemendikbud RI

Rubrik : Edukasi | Topik : Kukar | Terbit : 17 March 2020 - 16:33

Sosok Guru Hebat Dari Kutai Kartanegara
Sasmiati atau kerap dipanggil Shasha (Satu Kiri), Duta Rumah Belajar asal Kalimantan Timur, yang ternyata merupakan salah satu guru asal SD 027 Tenggarong, Kukar -- www.kaltimnews.co / Foto : Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Kukar – Sejumlah anak sekolah di wilayah kota dan kabupaten di Kalimantan Timur (Kaltim) kini telah melaksanakan e-learning, dampaknya sejumlah sekolah kini sepi dari riuh suara anak-anak sekolah, perberlakukan e-learning ini terkait sikap tanggap pemerintah terhadap wabah virus Corona (covid-19).

E-learning sendiri bukanlah merupakan produk baru bagi masyarakat khususnya kaum menegah atas, system belajar dengan menggunakan metode bantuan internet ini sudah diperkenalkan dalam bentuk aplikasi. Namun karena daya jangkau masyarakat lantaran beberapa aplikasi yang tawarkan bersifat berbayar makanya sejumlah masyarakat pun cendrung tidak mempedulikan konsep e-learning ini.

guru-hebat.

Desain by www.kaltimnews.co

“Sebetulnya terdapat aplikasi gratis dan serupa dengan aplikasi yang ditawarkan oleh sejumlah plafon e-learning seperti sekarang ini, nama aplikasi tersebut yakni Rumah Belajar,” ujar Sasmiati (40) Duta Rumah Belajar asal Kalimantan Timur, yang juga merupakan salah satu guru SD 027 Tenggarong.

Produk Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI ini, memang di tawarkan kepada masyarakat Indonesia secara gratis, bahkan aplikasi ini sudah hadir jauh-jauh hari dari kemunculan aplikasi sejenisnya.

“Aplikasi ini sudah ada sejak 2011 silam, Rumah belajar ini, merupakan sebuah portal milik pemerintah yang ditujukan buat guru siswa dan masyarakat umum dalam memberikan pembelajaran tambahan tanpa dipungut biaya seperti dengan aplikasi yang lain,” katanya.

Di Rumah Belajar kata Shasha panggilan akrabnya, terdapat delapan fitur utama yang berisi beberapa fitur utama itu seperti; Fitur sumber belajar, buku sekolah elektronik, bank soal, kelas digital, laboratorium maya, jelajah angkasa, program keprofesian berkelanjutan (dikhususkan buat guru), serta 3 fitur tambahan.

“Khusus fitur sumber belajar sendiri itu berupa portal Video belajar yang disisi oleh semua guru-guru pilihan di seluruh Indonesia yang disebut sebagai duta rumah belajar,” tambahnya.

Menurut Sasa, perjuangan menjadi duta Rumah Belajar tidaklah mudah, mengingat sebelum dirinya menjadi duta di aplikasi plat merah terebut dirinya haruslah bekompetisi dengan ratusan guru se-Kaltim.

“Jadi untuk menjadi duta (mentor) diaplikasi ini butuh perjuangan panjang, ditahap awal saja saya harus berkometisi dengan setidaknya 640 guru se-Kaltim, yang diseleksi oleh para tutor pilihan dari Kementerian Pendidikan RI secara online,” imbunya.

Lolos di seleksi tahap awal, Sasa kemudian harus lagi berkompetisi dengan 50 persen peserta yang lolos ditahap dua, ditahap ini Sasa mengatakan jika dirinya dibekali dengan pembelajaran berupa pembuatan video pembelajaran online.

“Dari ratusan peserta, yang dipilih hanya 30 terbaik setiap provinsi, dan Alhamdulilah saya masuk sebagai terbaik pertama wilayah Kaltim dan diangkat sebagai duta Rumah Belajar Provinsi Kaltim,” sebutnya.

Disebutkan Shasha, sejak adanya edaran anak sekolah belajar dirumah oleh pemerintah setempat, dirinya mulai sangat sibuk dalam membagi waktu, mengingat dirinya juga merupakan salah satu PNS yang sehari hari mengabdi dalam memberikan ilmu pelajaran bagi siswa di sekolah yang ditempatinya. “Tapi itu bukan masalah, semua kami lakukan dengan mamangent waktu yang tepat, saya juga tidak pernah meninggalkan tanggung jawab saya sebagai guru sekolah, malah sebagian murid bahkan orang tua siswa merasa bangga anaknya dididik oleh mentor Rumah Belajar,” sebutnya.

Kembali ke aplikasi Rumah Belajar, Shasha mengatakan jika selama merebaknya wabah corona apalagi dengan edaran sejumlah pemimpin daerah, fitur yang paling digemari anak sekolah sekarang ini yakni kelas digital, kelas ini kata dia memang salah satu kelas yang dibuat kementerian Pendidikan diamana semua siswa seluruh Indonesia dapat ikut bergabung untuk mendapatkan ilmu pembelajaran.

“Dikelas digital kami sebagai duta (mentor) diberikan jam mengajar setiap hari, sistemnya kami mengajar secara live striming di chanel youtube dimana didalamnya semua siswa dapat mengikutinya bahkan dapat berinteraksi langsung dengan kami sebagai mentor, siswa dapat mengajukan pertanyaan yang kami jawab secara langsung, jadi seperti system sekolah yang membedakan hanya siswa tidak disekolah dalam menerima ilmu Pendidikan formal,” jelas Shasha. (*)

  • Penulis : Arief
  • Editor : Redaksi Kaltimnews