TRENDING

Ingin Sebarkan Video Bugil Kerabatnya, IRT Di Tenggarong Masuk Bui

Pelaku memeras Korbannya dengan nilai Rp 5 Juta

Hukum Kriminal - on 13/1/19 Ingin Sebarkan Video Bugil Kerabatnya, IRT Di Tenggarong Masuk Bui
Pelaku LF di amankan di jalan AM Sangaji, RT 16 Kelurahan Kelurahan Baru, Tenggarong Kutai Kartanegara pada Rabu 9/1/19 sekitar pukul 10.00 wita di rumahnya oleh Tim Alligator Satreskrim Polres Kukar. (Foto : Zab)

Kaltimnews.co, Kutai Kartanegara - Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial LF di Tenggarong, Kutai Kartanegara harus berurusan dengan hukum, pasalnya nekat memeras kerabatnya sendiri melalui pesan singkat di Whatsapp bermodus akan menyebarkan video bugil ke media sosial (medsos).

Pelaku LF di amankan di jalan AM Sangaji, RT 16 Kelurahan Kelurahan Baru, Tenggarong Kutai Kartanegara pada Rabu 9/1/19 sekitar pukul 10.00 wita di rumahnya oleh Tim Alligator Satreskrim Polres Kukar.

“Kasus pemerasan dan pengancaman ini terjadi pada Kamis (3/1/2019) lalu, yang menimpa seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial SD. Bermula saat itu SD mendapatkan pesan singkat melalui Whatsapp dengan nomor yang tak dikenal, dan dalam pesan tersebut mengatakan, bahwa memiliki video bugil SD dan akan disebarkan,” terang Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kasat Reskrim AKP Damus Asa.

Lebih lanjut Damus Asa menjelaskan, pemilik nomor tak dikenal itu sempat mengirimkan video bugil melalui pesan singkat Whatsapp SD. Setelah video itu terkirim ke SD,  video tersebut langsung dihapus oleh pengirimnya.

“Usai menghapus video tersebut, pelaku pun lalu mengancam SD akan menyebarkan video bugil itu, apabila tidak mengirimkan uang sebesar Rp. 5.000,000,-. SD yang tak mengetahui siapa pengirim pesan itu dan sempat mentransper uang sebesar Rp. 1.500.000,- kepada pelaku,” ungkapnya.

Merasa terancam, SD pun melaporkan hal tersebut ke Polres Kukar pada Jumat 4/1/19 esok harinya. Dengan cepat Tim Alligator langsung melakukan penyelidikan, hingga akhirnya mengamankan pelaku FL yang mengancam serta memeras SD.

“ Usai melakukan pengembangan, petugas pun membekuk LF dirumanya, saat di lakukan introgasi pelaku FL mengakui bahwa dirinya lah pemilik nomor dan memeras terhadap SD. Pelaku FL ini dulunya memiliki hubungan keluarga yang sangat dekat dengan korban SD. Sebelum bercerai, pelaku pernah menikah dengan saudara sekandung suaminya korban,” beber Damus.

Meski sudah tidak ada hubungan keluarga lagi, namun pelaku FL masih sering ke rumah korban SD, dan bahkan pernah meminjam handphone korban. Kuat dugaan, disaat itulah pelaku mengambil video bugil milik korban.

“ Dari tangan pelaku FL Polisi berhasil menyita dua unit handphone serta uang tunai Rp. 1.500.000, satu print out perbincangan antara pelaku dengan korban SD di Whatspp dan akun Whatsapp yang digunakan pelaku,” jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku FL di jerat UU ITE Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Pasal 368 KUHP Tentang Pemerasan.(zab)

Penulis : Zab

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Kukar