TRENDING

Pasien Positif di Kukar Bertambah Menjadi 3 Orang

Dua Orang Warga Kukar dan Satu Warga Kutim  

Daerah - on 2/4/20 Pasien Positif di Kukar Bertambah Menjadi 3 Orang
Bupati Kukar Edi Damansyah Saat menggelar Jumpa Pers tderkait penambahan jumlah pasien Positif Covid-19 -- www.kaltimnews.co / Foto: Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Kukar – Pasien Covid-19 di Kutai Kartenegara (Kukar) bertambah menjadi 3 orang, hal ini disampaikan Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah dalam keterangan persnya di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara Jl Cut Nyak Dhien, Kelurahan Melayu, Tenggarong, Rabu (1/4/2020) malam.  

“Pasien Positif bertambah menjadi tiga orang, pasien ini merupakan seorang wanita berusia 37 tahun, berasal dari kluster yang sama dengan pasien pertama. Yakni dari kluster acara keagamaan di Bogor,” kata Edi.

Selama ini kata dia, pasien tersebut dinilai cukup kooperatif dalam melakukan isolasi mandiri. Setelah mengetahui rekannya yang merupakan kasus pertama yang dirawat di RSUD AM Parikesit dinyatakan positif COVID-19.

“Pasien merupakan warga Kutim, bukan warga Kukar, pasien ini secara sukarela melakukan isolasi di Wisma Atlet GOR Aji Imbut Kukar pada 25 Maret lalu. Setelah sebelumnya mengalami gejala batuk dan sesak nafas, pasien ini merupakan teman sekamar pasien yang pertama dirawat di RSUD AM Parikesit Kukar. Meski demikian, kondisi pasien saat ini dalam keadaan baik dan stabil," Jelas Edi.

Dalam keterangan persnya itu, Bupati Edi juga menyebut jika pihaknya hingga kini tetap melaksanakan instruksi Pemerintah pusat sesuai dengan PP No.21 tahun 2020 tentang pembatasan sosial yang berskala besar, guna mencegah penyebaran Virus Disease (Covid 19).

Hanya saja kata dia, kesadaran masyarakat dinilai masih rendah tentang bahaya Covid-19 tersebut. “Hal ini ditandai dengan masih adanya kegiatan kumpul-kumpul dan mobilitas orang yang masih relatif tinggi,” sebutnya.

Padahal menurutnya, pembatasan sosial sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, seperti bekerja dan belajar dari rumah, termasuk diantaranya melarang adanya kegiatan berkumpul dari masyarakat guna memutus mata rantai penyebaran Virus Covid 19 tersebut.  

Pemkab Kukar sudah menginstruksikan pelaksanaan Fishycal Distancing atau Social Distancing. Sebagai bagian dari aksi pencegahan penularan Virus Covid 19 yang penularannya berasal dari tangan ketangan.

“Oleh karena itu kami senantisa mengimbau dan meminta masyarakat untuk senantiasa cuci tangan dengan sabun yang benar. Jaga jarak juga diharuskan untuk mencegah adanya penularan langsung dari penderita Covid 19 ke orang lain, melalui bersin dan batuk, tetap tinggal dirumah, jangan mudah percaya dan menyebarkan berita bohong,tetap tinggal dirumah, dan apabila memang harus terpaksa meniggalkan rumah maka senantiasa lengkapi diri dengan Alat Pelindung Diri (ADP),” Imbaunya.

Disebutkan Bupati Edi, walaupun telah merawat tiga orang pasien positif COVID-19. Namun jumlah kasus positif COVID-19 dari Kukar adalah sebanyak dua orang. Dikarenakan pasien pertama yang dirawat merupakan warga Kutim.

“Sampai saat ini belum ada tenaga medis bantuan atau relawan - relawan dalam merawat pasien COVID 19, dikarenakan tenaga medis yang ada masih mampu menangani pasien yang ada di Wilayah Kukar,” sebutnya. (*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Kukar