TRENDING

Ekonomi lesu, Bupati Kukar Surati Bank, Minta Keringanan Kredit Warganya

Edi Damansyah: Semua Pelaku Usaha Di Kukar Terkena Imbas Wabah Covid-19

Daerah - on 8/4/20 Ekonomi lesu, Bupati Kukar Surati Bank, Minta Keringanan Kredit Warganya
Bupati Kukar Saat di acara Kemeterian Pendayagunaan Aparatur Negara -- www.kaltimnews.co /Foto: Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Kukar – Sudah tiga pekan warga Indonesia mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap berdiam diri dirumah, kebijakan pemerintah ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Virus Covid-19 yang kini sudah menembus angka ribuan pasien positif di Indonesia.

Namun diluar pada itu kebijakan ini justru secara tidak langsung membuat sektoril ekonomi disejumlah wilayah Indonesia justru mengalami keterpurukan. Sebut saja masyarakat yang berpenghasilan harian sangat merasakan imbas dari kebijakan tersebut.

infografis-kaltimnews-ekonomi.

Desain By Arief Kaseng/ Kaltimnews.co

Di Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) misalnya, sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) layaknya warung makan, restoran, Coffe shop, industry olahan, pertanian dan sejenisnya turut mendapat imbasnya. Turunnya daya beli masyarakat mengakibatkan sektoril ini kian lesu, padahal data menunjukkan pada tahun 2016, UMKM di Kabupaten Kukar mencapai 54.414 atau menguasai sebesar 99 persen usaha (data Kemeterian Pendayagunaan Aparatur Negara).

Bukan hanya UMKM saja, sektoril lainnya yang ikut mengalami dampak ekonomi tersebut juga dirasakan dibidang usaha pariwisata, perhotelan, transportasi, perdagangan, sektoril ikut sepi lantaran aturan social distancing atau jaga jarak yang disertai dengan larangan berkumpul dengan orang banyak. Padahal tidak sedikit dari pelaku usaha di Kukar menggunakan dana kredit usaha dalam melancarkan aktifitas usahanya.

Edi-Damansyah-saat-di-pasar.

Bupati Kukar, Edi Damansyah Saat meninjau pasar di Kukar, Pasar ini mulai sepi pembeli sejak dilaksanakannya Sosial Distancing oleh pemerintah(Foto:Istimewa)

Posisi pinjaman modal atau kredit perbankan di Kukar memang terbilang cukup tinggi hal ini dapat dilihat berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kukar, yang menyebutkan sektoril kredit dari usaha perdagangan dengan angka sebesar Rp. 1,22 triliun terbesar setelah sektoril pertambangan.

Menanggapi hal ini, Bupati Kukar, Edi Damansyah, sejak Selasa (30/3/2020) kemarin, telah menerbitkan surat edaran kepada semua pemimpin bank dan industry keuangan nonbank lainnya, untuk memberikan kemudahan kredit kepada debitor di wilayah kabupaten yang terkenal dengan slogan Kota Raja tersebut.

Menurut Edi, surat yang dilayangkan pihaknya ke seluruh bank dan lembaga keuangan di Kukar itu terkait dengan peryataan resmi Presiden RI Joko Widodo, 23 Maret lalu.

surat-Bupati-Kukar.

Surat Edaran Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah -- www.kaltimnews.co / Foto: Istimewa

“Selain arahan Presiden RI, Joko Widodo, disisi lain juga terdapat kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor: 11/POJK.03/2020 tentang stimulus perekonomian nasional sebagai kebijakan countercyclical dampak penyebaran Coronavirus Disiase 2019 (Covid-19), kebijakan ini dikeluarkan OJK dengan tujuan untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan produktivitas ekonomi,” kata Bupati Edi Damansyah, kepada kaltimnews.co, Rabu (8/4/2020) sore.

Baca Juga :

43 Ribu Masker Dibagikan Bupati Kukar Ke Warga Kukar

Anggota DPRD Kukar ini Apresiasi Jurnalis

Polresta Samarinda Cegat Warga yang Hendak Masuk Di Samarinda

Dalam suratnya yang bernomor: B-1232/EK-II/500/03/2020 Bupati Edi meminta kepada sejumlah bank yang berdomisili di Kukar untuk melakukan rekonstruksi kredit bagi debitur UMKM berupa penundaan angsuran kredit selama satu tahun berdasarkan kebijakan masing-masing perbankan dan industri keuangan nonbank lainnya akan memberikan keringanan kredit pembayaran angsuran kredit.

“Tentunya langkah ini kami ambil dengan sebelumnya melakukan pendataan secara online terhadap pelaku usaha baik sektor informal maupun formal yang terdampak wabah covid-19, dengan hasil dimana dalam hasil pendataan tersebut ditemukan hampir semua pelaku usaha terkena imbas wabah covid-19, seperti produksi UKM menurun karena kurangnya pembeli, bahan baku produksi kurang dan harganya yang ikut melambung tinggi,” terang Edi.

Sementara itu OJK Melalui Instagram resminya, @ojkindonesia, mengumumkan bahwa masyarakat bisa mengadukan implementasi kebijakan restrukturisasi kredit melalui nomor telepon 157, layanan WhatsApp di nomor 081157157157, atau email konsumen@ojk.go.id. Mekanismenya, publik menyebutkan nama diri, nama bank atau leasing, dan masalah yang dihadapi. (*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Kukar