TRENDING

Apri Gunawan, Tak Ingin Perahu Tambangan Samarinda Hanya Tinggal Sejarah

50 perahu dicat warna-warni dan dihiasi lampu akan konvoi pada puncak perayaan kegiatan

Metro - on 12/2/19 Apri Gunawan, Tak Ingin Perahu Tambangan Samarinda Hanya Tinggal Sejarah
Ketua IPDP Kota Samarinda, Apri Gunawan ( Ujung Kanan) Bersama dengan Kepala Dinas Perhubunggan Kota Samarinda, Ismansyah (Tengah) dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Samarinda, Muhammad Faizal (Kiri) Saat mengelar konfrensi Pres terkait kegiatan Pesona Tirta Mahakam yang kana dihelat Sabtu 16 Ferbruari 2019.

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Bagi warga kota Samarinda tentunya sudah tidak asing lagi dengan alat transportasi yang satu ini. Namun Seiring dengan perkembangan waktu, alat transportasi air ini kini perlahan lahan mulai ditinggalkan. Perahu Tambangan begitu sebutan warga kota samarinda terhadap perahu jenis kayu ini, perahu khas yang masih kerap menghiasi perairan sungai Mahakam itu kini mulai tergerus dengan waktu apalagi dengan dibangunnya akses jembatan penghubung antara Kota Samarinda dan Samarinda seberang, diberbagai tempat yang menjadikan salah satu alasan jenis transportasi ini mulai ditinggalkan warga kota samarinda.

“Kami berniat membangun sejarah yang dulu pernah ada dan kini terasingkan, oleh karenanya kami ingin keberadaan tambangan ini masih terus relevan menjadi warisan sejarah bagi anak cucu kita dimasa yang akan datang,” Ujar Ketua IPDP Kota Samarinda, Apri Gunawan saat mengelar Konfrensi Pers di Dermaga Mahakam Ilir Pasar Pagi, Samarinda, Senin (11/2/2019) pagi.

Selain ketua IPDP Kota Samarinda turut Hadir dalam kegiatan tersebut yakni, Kepala Dinas Pariwisata Kota Samarinda, Muhammad Faizal, Kepala Dinas Perhubunggan Kota Samarinda, Ismansyah.

Apri Gunawan dalam keterangan persnya meneyebutkan jika acara yang digelar pihaknya itu merupakan awal dari puncak pelaksanaan kegiatan pada tanggal 16 Februari mendatang.

“Ini merupakan awal dari rangkaian kegaitan yang akan kami helat pada taggal 16 Februari mendatang, yang kami kemas dengan konsep Pesona Tirta Mahakam dengan tema Lestari Histori Bahari. dengan puncak kegiatan berupa konvoi tambangan hias pada malam harinya,”beber Apri Gunawan.

Apri Gunawan mengatakan keberadaan Transpotasi air jenis ini jumlahnya kian terus menurun dari tahun ketahun. “Beberapa tahun sebelumnya, jumlahnya masih ratusan yang beroperasi, namun sekarang jumlah akses tabangan ini tinggal puluhan saja, ini menjadi kekhawatrian bahawa jenis transportasi ini akan hilang, dan akan menjadi cerita saja dimasa yang akan datang,” Terangnya.

“Intinya IPDP ingin mengidupkan kembali akses tambangan atau transportasi kapal penyebrangan dari Samarinda Kota ke Samarinda Seberang, selain itu IPDP jugan inginkan hal ini menjadi ikon destinasi wisata di kota samarinda seperti sejarah yang dulu pernah ada di kota tepian,” Sambung Apri Gunawan.  

Lebih jauh Apri Gunawan mengatakan, setidaknya terdapat 50 perahu yang akan ikut konvoi pada puncak acara tersebut, ke 50 perahu ini akan di cat warna-warni bahkan dihiasi dengan lampu yang menarik.

“Jadi pada Sabtu (16/2/2019) malam masyarakat samarinda akan dihibur dengan kehadiran konvoi perahu tambangan yang sebelumnya sudah dicat warna-warni dan dihiasi dengan lampu yang menarik, oleh karena itu dari kegiatan hari ini kami sekaligus mengundang warga kota Samarinda untuk ikut hadir menyemarakan kegiatan tersebut,” kata Apri Gunawan.

Gayung bersambut, pernyataan ketua IPDP Kota Samarinda tersebut ditanggapi langsung oleh Kadis Pariwisata Kota Samarinda, Muihammad Faisal.  Faisal menyebut jika Pemkot Samarinda keberadaan transportasi jenis tambangan menjadi bagian sejarah kota samarinda.

“Pemkot Samarinda, tentunya sangat mengapresiasi pihak Putra daerah yang peduli untuk membangun sejarah yang dulu pernah ada dan kini terasingkan, namun dengan adanya kegiatan ini maka sejarah itu akan segera dihidupkan kembali dengan membangun dermaga ini menjadi lebih baik untuk menarik para wisatawan,” Ujar, Muhammad Faisal.

Bukan hanya itu saja kata Faisal, kegiatan itu kini telah masuk dalam catatan kalender event Pemerintah Kota Samarinda.  “Kami berharap kegiatan ini bukan hanya kali ini, tapi menjadi agenda rutin lantaran kami telah memasukkan kegiatan ini dalam salah satu kalender even pariwisata Kota Samarinda,” Terang Faisal.   

Sementara itu Kadis Perhubungan Kota Samarinda, Ismansyah membeberkan jika pihaknya kini telah mendapatkan lampu hijau dari Pemkot Samarinda dalam hal pembangunan membangun  dermaga.

“Kita sudah melakukan presentasi kepada Sekda Samarinda untuk meminta bantuan, dan Pemkot pun akan memberikan dukungan dengan besaran nilai Rp 2 Milyar untuk membangun dermaga. Hal ini kami anggap penting mengingat hal tersebut merupakan salah satu daya tarik wisatawan yang datang ke Kota Samarinda, untuk mengunakan akses transpotasi jenis ini” beber Ismansyah. 

Di-era keemasannya, transportasi jenis tambangan ini memang menjadi denyut nadi ekonomi kedua wilayah samarinda kota dan samarinda seberang, pemerintah kota samarinda bahkan memiliki lima dermaga yang tersebar di belbagai titik, seperti Dermaga Mahakam Ilir di Depan pasar pagi Samarinda, Dermaga Mahakam Ulu, Dermaga Loa Janan, Dermaga Samarinda Seberang, Dermaga Sungai Kunjang.

“Tiga diantara lima dermaga ini sudah reperesntatif, ketiga itu yakni; Dermaga Mahakam ilir, Dermaga Samarinda seberang, dan dermaga Sungai Kunjang, tinggal dua dermaga yang menjadi pekerjaan rumah kami untuk menjadikannya ikut repersentatif seperti tiga dermaga lainnya, agar pengguna tansportasi tambangan juga merasakan nyaman dan aman dalam mengunakan transportasi tradisional tersebut,” katanya.       

Dalam catatan Dishub Kota Samarinda, pengguna tambangan ini masih cukup tinggi yakni masih berkisar 500-an orang setiap minggunya. Oleh karenanya pihaknya terus memberikan pembinaan bagi pada nahkoda tambangan agar selalu memperhatikan keselamatan para penumpangnya.

“Semua tambangan yang beroperasi diatas sunagi Mahakam ini kami sertifikasi, khusunya dalam hah keselamatan para penumpang, seperti ketersediaan rainbow jaket, dan lain-lain. Hal ini menjadi penting agarapara pengguna tidak kahwatir alias nyaman dan aman mengunakan transportasi jenis ini,” Jelas Ismansyah. (*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Daerah