TRENDING

Sukses Gelar Pembelajaran Daring, SMPN 2 Sebulu Kini Gelar Penilaian By System Bagi Siswanya.

James: Covid-19 Membuat Kita Semua Mengupdate diri hadapi Era Industri 4.0 dan Persaingan Era Industri 5.0.

Advetorial - on 1/8/20 Sukses Gelar Pembelajaran Daring, SMPN 2 Sebulu Kini Gelar Penilaian By System Bagi Siswanya.
Wakil Kepala Sekolah James Marpaung (Kanan) saat berfose bersama dengan para narasumber -- www.kaltimnews.co /Foto: Istimewa

banner-agustus.

KALTIMNEWS.CO, Kukar – Dimasa Pendemi Covid-19, School From Home (SFH) atau belajar dari rumah dinilai menjadi salah satu solusi yang tepat oleh pemerintah, metode ini sudah dijalankan oleh hampir disemua lingkup sekolah berbagai tingkatan seluruh Indonesia.

Pembelajaran dengan system Dalam Jaringan (Daring) ini, kini memang dinilai menjadi solusi yang tepat meskipun dalam pelaksanaannya terdapat berbagai kendala lapangan yang kerap menjadi persoalan, sebut saja diantaranya keterbatasan akses internet di sejumlah wilayah, menjadi masalah pelik yang terkadang menjadi hambatan yang dialami oleh warga.

Dalam memaksimalkan metode belajar online ini, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Workshop pembelajaran dan penilaian Daring.

Acara yang dihelat selama 2 hari tersebut digelar di Laboratorium komputer SMPN 2 Sebulu dengan menghadirkan 3 tim IT dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar.

“Pelaksanaannya selama 2 hari yang dimulai dari Rabu (29/7) dan berakhir Kamis (30/7/2020) kemarin,” ujar Kepala Sekolah SMPN 2 Sebulu, Nuriono, melalui Wakil Kepala Sekolah James Marpaung, Kepada kaltimnews.co, Sabtu (1/8/2020) malam.

James Marpaung mengatakan, dalam workshop tersebut membahas tentang metode penalaran ilmu melalui Daring kepada peserta didik secara optimal. Selain itu dalam workshop itu juga membahas tetang penilaian siswa melalui jalur komputerisasi.

“Jadi selain mengembangkan wawasan dalam menalarkan ilmu melalui media Daring, dalam Workshop ini kami juga diajarkan tentang mekanisme dan cara memberikan penilaian langsung kepada siswa dengan metode by system,” ujar James yang juga menjadi guru bidang Studi IPS di SMPN 2 Sebulu ini.

Terkait metode belajar online dirinya mengaku jika selama ini pihaknya menggunakan aplikasi Google Class Room, dalam aplikasi tersebut para siswa yang berjumlah total 730 orang itu menikmati akses belajar yang disajikan pihak sekolah dengan system Daring.

“Untuk kelasnya kami gunakan Aplikasi Google Class Room, sementara untuk guru pengajar menggunakan aplikasi Campasia, aplikasi ini digunaka oleh para guru dalam membuat berbagai video pembelajaran yang nantinya akan dipaparkan secara langsung saat proses belajar Daring dilaksanakan,” urainya.

Untuk penilaian sendiri, James menyebut jika pihaknya menggunakan aplikasi ZACBT, aplikasi ini kata dia, sengaja dirancang untuk memberikan penilaian langsung dengan system daring kepada hasil pekerjaan siswa.

Meski demikian, dirinya tidak menapik jika di sejumlah daerah Sebulu masih terkendala dengan keterbatasan jaringan.

“Ada beberapa wilayah yang kualitas signalnya yang tidak stabil, contohnya di wilayah Kilometer (KM) 38, di wilayah itu sangat sulit ditembus oleh jaringan 4G, yang membuat warga terpaksa tidak dapat mengakses jalur pembelajaran Daring, dan menggantinya dengan metode belajar tatap muka di sekolah yang tentunya tetap berpedoman pada protokol kesehatan Covid-19,” imbuhnya.

Di SMPN 2 Sebulu sendiri, kata dia, sejauh ini telah memberikan bantuan kepada siswanya. Bantuan yang dimaksud James, yakni, merupakan subsidi kuota internet kepada semua siswanya.

“Selama pembelajaran Daring ini berlangsung, kami dari sekolah memberikan subsidi berupa bantuan paket data sebesar 3 Gigabyte (Gb) kepada semua siswa, bantuan ini berasal dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang kami gunakan untuk kelancaran dan kesuksesan proses belajar mengajar Daring ini,” tuturnya.

Dalam kesempatannya, dirinya berharap agar pendemi Covid-19 ini segera berakhir. Kendati demikian kata dia, banyak hal yang bisa dipetik dari hadiran Pendemi Covid-19 ini, seperti diantaranya kompetensi guru kepada dunia IT di era industry 4.0 sekaligus mempersiapkan warga Indonesia khususnya para siswa menghadapi era industry 5.0.   

“Harus disadari Covid-19 telah berdampak besar dalam dunia pendidikan, ditengah kehadirannya ada hal yang patut diambil hikmahnya, karena pendemi kita semua meng-updete diri dengan pengetahuan akan tekhnologi, kendati demikian semua pihak termasuk kami pun ikut berharap agar wabah ini segera berakhir, karena secanggih apapun tekhnologi tetap tidak bisa menggantikan proses belajar tatap muka siswa dan guru secara langsung, walaupun nantinya proses belajar mengajar dengan system online ini akan tetap dilaksanakan pasca pedemi Covid-19 berkahir,” tutup pri yang juga merupakan guru penggerak di Kota Raja Chanel ini. (*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Kukar