TRENDING

Jembatan Long Jalin Tabang, Kini Sudah Bisa Dilalui Warga

Bangun Jembatan Darurat Secara Gotong Royong

Advetorial - on 10/8/20 Jembatan Long Jalin Tabang, Kini Sudah Bisa Dilalui Warga
kegiatan pembangunan jembatan darurat di Tabang --www.kaltimnews.co / Foto: Istimewa

banner-agustus.

KALTIMNEWS.CO, Kukar – Pasca amburuknya Jembatan di wilayah Long Jalin di Desa Umaq Dian Kecamatan Tabang, Jumat (7/8/2020) lalu, sejumlah pihak kini turun tangan guna memperbaiki akses penghubung jalan di desa tersebut.

Hingga kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) beserta pihak swasta, dan masyarakat setempat secara gotong royong membuat jembatan darurat yang dibangun di lokasi yang sama.

Kepala Desa Tukung Ritan Ubang Ului mengatakan, tak terdapat jalur alternatif di kawasan itu. Sehingga, harus lewat sungai. Pasca jembatan amblas, sementara ini sedang dibuatkan jembatan darurat yang hanya dapat dilalui roda dua dan roda empat berukuran kecil. "Kalau untuk truck dan sejenisnya belum bisa,” kata Ubang Ului yang dihubungi media ini, Senin (10/8/2020) pagi.

Ubang mengungkapkan, total 13 desa yang ada di Kecamatan Tabang terdampak akibat musibah amblasnya Jembatan Long Jalin ini. Meski saat ini jembatan darurat sudah bisa difungsingkan, dirinya berharap agar jembatan permanen yang menggantikan jembatan yang amblas segera dibangun oleh Pemkab Kukar.

“Pembuatan jembatan darurat ini mulai kemarin sampai malam kemarin dibuat, hari ini sudah bisa difungsikan secara pelan-pelan. Pendanaan seperti apa saya tidak tahu persis,” ungkapnya.

Dirinya menyebutkan, faktor penyebab terjadi amblasnya jembatan dikarenakan derasnya arus sungai Penjalin yang mengakibatkan abrasi terus menerus mengikis pondasi jembatan.

“Pasang surut serta arus deras sungai penjalin juga hujan, itulah yang menyebabkan jembatan amblas itu. Sungai penjalin menghubungkan 13 akses desa yang ada di Tabang. Ya cukup vital akses ini, kami perwakian warga berharap segera dibangun dan nanti dibangunnya harus lebih kokoh lagi,” sebutnya.

“Harapan kita selaku masyarakat ini, kalau membangun itu jangan asal-asal lah, itu kan bangunannya dari APBD tetapi kok bangun jembatan kok kayak gitu kontruksinya, belum genap 10 tahun kok sudah hancur,” tambahnya. (*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Kukar