TRENDING

Ogoh -Ogoh Diarak Keliling di Ibukaota Kutai Kartanegara

Perayaan Hari Raya Nyepi

Daerah - on 8/3/19 Ogoh -Ogoh Diarak Keliling di Ibukaota Kutai Kartanegara
Suasana Perayaan Hari nyepi Di kukar

KALTIMNEWS.CO, Kutai Kartanegara - Umat Hindu di Kutai Kartanegara menyambut perayaan Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka 1941, dengan mengarak ogoh-ogoh berkeliling kampung pada Rabu (5/3/19) malam kemarin. Puncak kemeriahan pun tumpah ruah, saat arakan ogoh-ogoh melintas dijalan padat penduduk. Dan upacara ini sendiri memasuki tahun ketiga yang dilaksanakan dipusat Ibu Kota Kabupaten Kutai Kartanegara.

Suasana kemeriahan arakan ogoh-ogoh ini sendiri berlangsung di Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, yang diikuti ratusan peserta dengan menempuh rute lima kilometer berkeliling kampung.

Ditahun ketiga ini, sebanyak tiga patung ogoh-ogoh dari ukuran kecil, sedang hingga besar yang di arak berkeliling, dan dimeriahkan puluhan penari obor dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim serta para Ibu Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kutai Kartanegara.

Arakan ogoh-ogoh ini sendiri mendapat antusias dari masyarakat Tenggarong, hal itu terbukti banyak warga yang memadati disejumlah jalan untuk menyaksikan upacara tersebut.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kutai Kartanegara, Nyoman Surada mengatakan, selain memeriahkan Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka 1941, arakan ogoh-ogoh ini juga bermakna untuk melebur serta mengusir pengaruh negatif yang berada dilingkungan sekitar.

“Arakan ogoh-ogoh ini bertujuan untuk mengusir roh jahat, pengaruh negatif dan melebur kejahatan yang mengganggu dilingkungan sekitar desa atau kampung,” terangnya.

Usai berkeliling kampung, ratusan peserta arakan ogoh-ogoh kembali ke Pura Payogan Agung Kutai, guna melaksankan upacara selanjutnya. Akhir dari arakan ini, tiga patung ogoh-ogoh itu langsung dibakar oleh masyarakat, sebagai arti membakar sifat-sifat jahat.

Melalui kegiatan ini diharapkan, agar masyarakat terus menjaga kebersamaan dan toleransi antar umat beragama, serta saling menghargai, sehingga persatuan dan kesatuan semakin kokoh di Kutai Kartanegara.(zab)

Penulis : Zab

Editor : Biro Daerah

TOPIK : #Kukar