Diskominfo Kukar Menggelar Dialog Interaktif Bergerak Searah Melawan Covid-19

Diberlakukan Selama Dua Pekan Sasar Sejumlah Fasilitas Publik dan Tempat Kumpul Warga

Rubrik : Kutai Kertanegara | Topik : Kukar | Terbit : 22 September 2020 - 18:34

Diskominfo Kukar Menggelar Dialog Interaktif Bergerak Searah Melawan Covid-19
Wakalpolres Kukar, Bimo Arianto (Pegang Mic) bersama dengan Dandim 0906/Tenggarong, Letkol (Inf) Charles Alling, Kepala BPBD Kukar, Marsidik, dan Sekertaris Satpol PP Kukar, Yuliandris saat menggelar kegiatan Talk Show di Radio RPK Kukar -- www.kaltimnews.co / Foto: Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Kukar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) kini mulai memberlakukan Kebijakan pembatasan jam malam, hal tersebut sesuai surat edaran Bupati Kukar No; B-2373/DINKES.11/09/2020 pembatasan jam malam pun mulai diberlakukan sejak 16 hingga 29 September mendatang.

“Kegiatan berupa pasar malam dan sejenisnya hanya diperbolehkan hingga pukul 21:00 Wita, sementara untuk aktifitas restoran/ rumah makan, Café, Pedagang Kaki Lima (PKL), tempat hiburan/ketangkasan dan usaha sejenis, selambat-lambatnya hingga pukul 22:00 Wita,” ujar Koordinator Utama Kegiatan Pendisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19 Kukar, Letkol (Inf) Charles Alling saat di acara Dialog interaktif yang digelar Diskominfo Kukar melalui Bidang Pengelola Komunikasi Publik (PKP) di Radio Pemerintah Kabupaten (RPK) Kukar, Senin (21/9/2020) siang.

Selain Letkol (Inf) Charles Alling dalam acara yang mengangkat tema Bergerak Searah Melawan Virus Corona itu juga dihadiri sejumlah narasumber lainnya seperti Wakapolres Kukar, Bimo Arianto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Marsidik, dan Sekertaris Satuan Polisi Pramong Praja (Satpol PP) Kukar, Yuliandris.

Letkol (Inf) Charles Alling, yang tak lain juga merupakan sebagai Dandim 0906/Tenggarong ini menerangkan, pemberlakuan jam malam tersebut bagi warga Kukar sengaja diberlakukan untuk memutus penyebaran pandemi Covid-19 di Kukar. “Pemberlakuan jam malam ini selama dua pekan, akan ada evaluasi. Jika berjalan dengan baik, akan dilakukan toleransi atau pengendoran. Sebagaimana yang diperlukan,” katanya.

“Secara umum, yang akan menjadi pilot projek adalah wilayah Tenggarong, dengan konsep yang kita gelar, sistem mitigasi fisik dan non fisik,” sambungnya.

Menurutnya pihaknya tidak akan mentolelir lagi dengan segala kegiatan aktivitas yang terkait perizinan keramaian. Termasuk kata dia kegiatan kumpul-kumpul yang tidak perlu, baik di jalan dan lainya kakan ikut ditertibkannya.

Sementara itu Bimo Arianto, mengatakan, selama 14 hari kedepan pihaknya akan mengelar Razia yang ia sebut sebagai operasi Yustisi, sasarannya kepada warga yang tidak menggunakan Alat Plindung Diri (APD) berupa masker, selain itu sejumlah tempat berkumpul masyarakat akan menjadi target dari operasi ini. “Bila ada masyarakat yang tidak menggunakan masker akan ditindak berupa sanksi hukum sosial administrative,” ujarnya.

Disebutkan Bimo Arianto, masyarakat yang ingin mengadakan kegiatan yang dapat menimbulkan keramaian, agar ditunda dua pekan ke depan. Hal tersebut mengingat kondisi saat ini yang masih rawan penyebaran Covid-19, apalagi Kukar sudah masuk zona merah penyebaran Covid-19.

“Sebagai antisipasi tingkat penyebaran covid-19 di Kukar, bagi masyarakat yang berkunjung ke Kukar akan dilakukan tes kesehatan di daerah perbatasan. Polres Kukar akan semakin gencar melakukan patroli dan razia terkait ketaatan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Senada dengan hal tersrebut, Yuliandris mengatakan Tim pengamanan dan penegakan hukum percepatan penanganan Covid 19 Kukar akan terus melakukan patroli gabungan dengan target rumah makan serta fasilitas umum.

“Bahkan sejumlah kantor pemerintahan akan kami pantau bahkan merazia pegawai yang tidak menggunakan masker saat bekerja,” tuturnya.

Ditempat yang sama Marsidik mengatakan, Penerapan jam malam yang diberlakukan di Kukar tersebut merupakan hal yang wajar mengingat selama ini di Kukar terus mengalami penambahan jumlah pasien Covid-19. Namun kata dia penerapan jam malam tersebut tetap harus memperhatikan kondisi dan situasi yang terjadi. (*)

  • Penulis : Arief
  • Editor : Redaksi Kaltimnews