KALTIMNEWS.CO – Siang itu, suasana di RT 26 Palaran Indah Residence terasa hangat. Warga berkumpul, bukan sekadar untuk bersilaturahmi, tetapi menyampaikan langsung keresahan mereka kepada Anggota DPRD Samarinda, Harminsyah, dalam agenda serap aspirasi, Selasa (10/2/2026).
Persoalan infrastruktur menjadi keluhan utama. Jalan lingkungan yang belum memadai serta kondisi drainase yang dinilai perlu peningkatan menjadi sorotan warga. Drainase yang sebelumnya dibangun oleh pengembang perumahan kini dianggap tidak lagi mampu mengimbangi perkembangan kawasan dan pertumbuhan jumlah penduduk.
“Kalau hujan deras, air cepat menggenang. Kami khawatir kalau dibiarkan, dampaknya bisa lebih besar,” ungkap salah seorang warga dalam pertemuan tersebut.
Selain infrastruktur, layanan kesehatan juga menjadi perhatian serius. Irma, warga Palaran Indah Residence, menyoroti keberadaan fasilitas kesehatan di Kelurahan Handil Bakti yang dinilai belum representatif.
“Puskesmas di wilayah Handil Bakti ini masih sebatas puskesmas pembantu. Harusnya sekarang sudah bisa ditingkatkan, mengingat jumlah warga terus bertambah,” ujarnya.
Menurut warga, peningkatan status dan fasilitas puskesmas menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan kesehatan lebih maksimal dan mudah diakses.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Harminsyah menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap keluhan yang disampaikan. Ia memastikan persoalan jalan, drainase, hingga layanan kesehatan akan dibawa dan diperjuangkan dalam forum resmi dewan.
“Kita tentu akan memperjuangkan masalah-masalah warga yang kami terima hari ini di meja dewan Basuki Rahmat. Aspirasi ini tidak berhenti di sini, tetapi akan kami kawal dalam rapat-rapat mendatang,” tegasnya.
Kegiatan serap aspirasi itu juga dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Wakil Gubernur Kaltim masa bakti 2018–2023 H. Hadi Mulyadi, Camat Palaran Muhammad Dahlan, Ketua Perkumpulan Domino Indonesia (Pordi) Kalimantan Timur H. Andi Fathul Khair, Ketua Pengda Pordi Samarinda Abdul Fatah, serta Ketua RT 26 Kelurahan Handil Bakti Dwi Ageng.
Pertemuan itu bukan sekadar agenda formal, tetapi menjadi ruang dialog terbuka antara warga dan wakil rakyat, ruang di mana harapan tentang jalan yang layak dan layanan kesehatan yang lebih baik disampaikan dengan penuh harap. (*/rif/kaltimnews.co)