Skip to content

Konsolidasi Ramadan KKSS Kaltim: Muswil April Jadi Penentu Arah Organisasi

Dipublikasikan: 09 Mar 2026, 16:38
Konsolidasi Ramadan KKSS Kaltim: Muswil April Jadi Penentu Arah Organisasi

KALTIMNEWS.CO – Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti kediaman Sekretaris BPW KKSS Kalimantan Timur, H. Ir. Syamsuddin Patiroi, di Jalan Perjuangan Grilya, Samarinda, Sabtu sore (7/3/2026). Di tengah nuansa Ramadan, para tokoh dan pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) berkumpul dalam rapat koordinasi yang membahas persiapan Musyawarah Wilayah (Muswil) KKSS Kaltim yang dijadwalkan berlangsung pada 25–26 April 2026.

Pertemuan ini menjadi bagian penting dari konsolidasi organisasi menjelang Muswil yang disebut-sebut akan menentukan arah kepemimpinan dan program strategis KKSS Kaltim ke depan.

Ketua Panitia Muswil, Letkol (Purn) Azrul Aziz, menegaskan bahwa seluruh seksi kepanitiaan harus mulai memahami peran dan tanggung jawabnya sejak dini agar pelaksanaan Muswil berjalan optimal.

“Saya berharap masing-masing seksi sudah mulai memahami tupoksinya. Dengan begitu, rapat berikutnya akan lebih fokus pada konsep kerja yang akan dijalankan. Muswil ini kita harapkan berjalan lancar, aman, dan damai dengan semangat persaudaraan KKSS,” tegas Aziz.

Menurutnya, Muswil bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat soliditas warga KKSS di Kalimantan Timur yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan.

Sementara itu, Ketua BPD KKSS Samarinda, H. Muslimin, SE., M.Si, menilai bahwa momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi menjelang Muswil.

“Kegiatan buka bersama ini bukan sekadar agenda Ramadan. Ini juga bagian dari persiapan Muswil KKSS Kaltim. Kita berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, demokratis, dan menghasilkan pemimpin yang mampu memberi kontribusi positif bagi warga KKSS,” ujar Muslimin.

Ia juga mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan KKSS di Samarinda masih akan berlanjut hingga pertengahan Maret, termasuk kegiatan silaturahmi besar yang direncanakan berlangsung di Stadion Segiri Samarinda.

“Partisipasi seluruh warga KKSS sangat penting agar Muswil nanti benar-benar mencerminkan aspirasi bersama,” tambahnya.

Rapat koordinasi tersebut berlangsung dalam suasana santai namun penuh diskusi. Para pengurus dan panitia membahas berbagai hal, mulai dari kesiapan teknis pelaksanaan Muswil, konsep acara, hingga target yang ingin dicapai oleh organisasi ke depan.

Kehadiran tokoh masyarakat, pengurus KKSS dari berbagai daerah di Kaltim, serta warga sekitar menunjukkan kuatnya dukungan terhadap pelaksanaan Muswil yang akan datang. Semangat kebersamaan menjadi energi utama untuk memastikan agenda besar organisasi tersebut berjalan sukses.

Setelah rapat koordinasi selesai, suasana kebersamaan semakin terasa dengan digelarnya buka puasa bersama. Para tamu disuguhi beragam hidangan khas Ramadan, mulai dari takjil hingga menu utama yang dinikmati bersama sebelum melaksanakan salat Magrib berjamaah.

Acara kemudian dilanjutkan dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah yang diikuti sebagian besar tamu undangan.

Menariknya, suasana buka puasa berlangsung meriah dengan pembagian tamu di tiga lantai rumah. Lantai satu dan dua dipenuhi para ibu-ibu anggota KKSS yang sekaligus menggelar arisan, sementara lantai tiga menjadi tempat berkumpulnya kaum pria yang terus berdiskusi tentang berbagai agenda organisasi.

Hidangan khas Ramadan seperti risol sayur, bingka kentang mini, kurma, es pisang ijo, hingga es cendol nata de coco semakin menambah kehangatan kebersamaan malam itu.

Momen kebersamaan warga KKSS Kaltim di rumah H. Syamsuddin Patiroi tersebut bukan sekadar buka puasa bersama, tetapi juga menjadi simbol kuatnya solidaritas dan persaudaraan warga Sulawesi Selatan di tanah Borneo.

Dengan semangat kekeluargaan yang terus terjaga, Muswil KKSS Kaltim pada April mendatang diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan baru yang membawa organisasi semakin berperan dalam pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat.