KALTIMNEWS.CO — Kontestasi menuju Musyawarah Wilayah (Muswil) IX Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalimantan Timur memasuki babak baru. Setelah lama tak terlihat di permukaan, H. Muhammad Nasir muncul dengan pendekatan yang berbeda: tenang, terukur, tetapi langsung menghentak.
Ia bukan hanya menyatakan diri maju sebagai bakal calon Ketua KKSS Kaltim, melainkan juga membawa kombinasi yang jarang muncul bersamaan dalam satu figure basis dukungan, kekuatan finansial, dan jaringan sosial yang terbangun dari bawah.
“Saya tidak ingin terburu-buru. Semua harus dipersiapkan dengan matang,” ujar H Nasir, Kamis (23/4/2026).
Sikap menunggu itu kini terjawab. H Nasir mengklaim telah mengantongi sekitar 50 persen dukungan dari Badan Pengurus Daerah (BPD) KKSS di 10 kabupaten/kota. Angka yang, jika akurat, cukup untuk mengubah peta persaingan secara signifikan.
Antara Nama Besar dan Kerja Nyata
Di tengah munculnya sejumlah kandidat, nama Irwan Fecho mulai disebut sebagai rival kuat. Representasi “nama besar” dan jaringan luas membuat kontestasi ini kian menarik.
Namun H Nasir memilih tidak masuk dalam perang simbolik.
“Kalau bicara koneksi, semua punya koneksi. Bukan itu ukuran utama,” katanya.
Ia mendorong agar kontestasi tidak berhenti pada popularitas, melainkan beranjak pada gagasan. Kritiknya sederhana: publik KKSS belum cukup disuguhi program konkret dari para kandidat.
Jejak Sosial dan Modal Kultural
Di luar arena organisasi, H Nasir dikenal sebagai pengusaha dan suplayer sembako di Samarinda. Tapi kekuatan utamanya justru lahir dari aktivitas sosial yang konsisten.
Salah satunya melalui Komunitas Jalan Sehat yang telah terbentuk di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Aktivitas ini, bagi H Nasir, bukan sekadar olahraga, melainkan ruang membangun kedekatan sosial.
Di titik ini, ia membangun apa yang kerap luput dalam organisasi: kepercayaan.
“Ia dikenal royal dan dermawan,” kata Ramdan Dg Lili Anggota KKSS Kaltim. Bantuan kepada warga kurang mampu disebut kerap dilakukan tanpa eksposur.
H Nasir sendiri menepis anggapan politis di balik aktivitas tersebut.
“Saya lakukan untuk mengharap ridho Allah SWT. Saya percaya sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” ujar H Nasir.
Dana, Program, dan Realisme Organisasi
Keseriusan H Nasir tidak berhenti pada narasi sosial. Ia membawa tawaran konkret: komitmen dana hingga Rp500 juta per tahun untuk mendukung program KKSS Kaltim.
Dalam konteks organisasi paguyuban dengan basis diaspora besar di mana data BPS 2024 mencatat lebih dari 13 persen warga Sulsel bermigrasi keluar daerah angka itu bukan sekadar simbol, melainkan instrumen.
Program yang ditawarkan pun beragam, dari bantuan operasional BPD, pembangunan sekretariat permanen, hingga agenda sosial seperti sunatan massal, mudik gratis, dan bantuan kebencanaan.
Ada pula sentuhan kultural: turnamen domino skala nasional sebuah simbol identitas yang dekat dengan komunitas Sulsel.
Sinyal Kekuatan di Balik Layar
Di balik itu semua, beredar sinyal lain yang tak kalah penting. Sejumlah kalangan menyebut H Nasir memiliki kedekatan dengan figur kunci di Kalimantan Timur.
Tak ada pernyataan eksplisit. Namun dalam politik organisasi, kedekatan dengan lingkar kekuasaan kerap menjadi faktor penentu yang bekerja dalam senyap.
H Nasir memilih meresponsnya dengan nada datar.
“Dukungan itu bagian dari proses. Yang utama tetap kerja dan manfaat,” kata pria kelahiran Parepare tersebut.
Muswil yang Tak Lagi Biasa
Dengan kombinasi dukungan, sumber daya, dan positioning yang terukur, kemunculan H Nasir membuat Muswil IX KKSS Kaltim tak lagi sekadar forum rutin. Ia berubah menjadi arena kompetisi yang lebih terbuka, bahkan cenderung kompetitif.
Di satu sisi, ada figur dengan nama besar dan jaringan mapan. Di sisi lain, muncul kandidat dengan pendekatan berbasis program, finansial, dan akar sosial.
H Nasir berada di persimpangan itu.
Pertanyaannya kini bukan lagi siapa yang paling dikenal, melainkan siapa yang paling siap mengelola organisasi besar bernama KKSS di tengah dinamika Kalimantan Timur yang terus berubah. (rif/kaltimnews.co)