Skip to content

BPJS Bermasalah, PPDB Disorot, Warga “Serbu” Reses Harminsyah di Samarinda

Dipublikasikan: 25 May 2026, 14:59
BPJS Bermasalah, PPDB Disorot, Warga “Serbu” Reses Harminsyah di Samarinda

KALTIMNEWS.CO — Forum reses anggota DPRD Samarinda, Harminsyah, mendadak berubah menjadi ruang curhat warga. Dari BPJS yang dinilai menyulitkan, penerimaan siswa baru yang dianggap tak transparan, hingga air PDAM keruh, seluruh keluhan itu mengalir dalam agenda reses di Cafe Maraja, Jalan APT Pranoto, Minggu (24/5/2026).
Ratusan aspirasi mengemuka dalam pertemuan yang dihadiri para ketua RT se-Kecamatan Samarinda Seberang dan Loa Janan Ilir bersama tokoh masyarakat setempat.

Warga datang bukan sekadar menghadiri agenda formal DPRD. Mereka membawa keresahan yang selama ini dirasakan langsung di lingkungan masing-masing.

Isu pelayanan kesehatan menjadi salah satu yang paling banyak disorot. Sejumlah ketua RT mengeluhkan layanan fasilitas kesehatan BPJS yang dinilai masih berbelit dan belum sepenuhnya memudahkan masyarakat kecil.

“Kalau masyarakat sakit, kadang masih dipusingkan administrasi dan pelayanan. Ini yang banyak dikeluhkan warga,” ujar salah satu peserta forum.

Tak berhenti di sana, sektor pendidikan juga memantik perhatian serius. Warga mempertanyakan sistem penerimaan siswa baru tingkat SD dan SMP yang dinilai belum transparan.

Persoalan zonasi hingga dugaan ketimpangan akses pendidikan disebut masih menjadi momok tahunan bagi para orang tua.

Selain itu, warga Sungai Keledang turut menyuarakan kebutuhan pembangunan gedung sekolah dasar yang dinilai belum memadai untuk menunjang aktivitas belajar mengajar.

Di tengah pembahasan pendidikan, keluhan lain ikut menyeruak: air PDAM yang keruh.

Menurut warga, persoalan kualitas air bersih masih sering terjadi dan mengganggu aktivitas rumah tangga sehari-hari.

“Kadang airnya keruh, kadang mati. Padahal ini kebutuhan utama masyarakat,” kata seorang ketua RT.

Masalah lingkungan juga tak luput dari sorotan. Warga meminta perhatian terhadap pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah serta optimalisasi petugas kebersihan di sejumlah kawasan permukiman.

Menanggapi derasnya aspirasi masyarakat, Harminsyah memastikan seluruh usulan akan dibawa ke pembahasan di DPRD Samarinda.

Ia menilai persoalan kesehatan, pendidikan, air bersih, hingga kebersihan lingkungan merupakan kebutuhan mendasar yang harus segera mendapatkan solusi.

“Ini bukan sekadar keluhan, tapi realita yang dirasakan masyarakat setiap hari. Tugas kami memastikan suara warga ini diperjuangkan,” tegasnya.

Reses tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan pelayanan publik di Samarinda masih menjadi pekerjaan rumah besar yang terus ditagih masyarakat kepada pemerintah. (rif/kaltimnews.co)