KALTIMNEWS.CO – DPRD Kota Samarinda menilai pelayanan kesehatan yang baik tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan tenaga medis, tetapi juga oleh komunikasi yang jelas antara petugas dengan pasien. Rumah sakit diminta mengedepankan pelayanan yang humanis agar tidak memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohamad Novan Syahronny Pasie, mengatakan banyak persoalan pelayanan kesehatan sebenarnya berawal dari minimnya penjelasan yang diterima pasien maupun keluarganya.
Menurutnya, ketika ruang perawatan belum tersedia karena kapasitas rumah sakit penuh, masyarakat tetap berhak mengetahui alasan keterlambatan serta estimasi waktu menunggu.
"Kenapa sih harus perlu sekian jam baru diterima? Harusnya diberi penjelasan kemungkinan menunggunya sekian," ujar Novan.
Ia menilai keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam pelayanan publik karena dapat memberikan kepastian kepada pasien sekaligus mengurangi potensi munculnya persepsi negatif terhadap rumah sakit.
Selain itu, Novan meminta Dinas Kesehatan Kota Samarinda memperkuat pembinaan terhadap tenaga kesehatan, khususnya petugas yang berada di garda terdepan pelayanan.
Menurutnya, direktur rumah sakit maupun kepala puskesmas perlu melakukan screening terhadap petugas yang berinteraksi langsung dengan masyarakat agar memiliki kemampuan komunikasi yang baik.
"Karena ini akan menjadi bola liar. Gara-gara salah ucap atau ketus saja, namanya orang sakit, kita dengar agak nada naik satu oktaf saja sudah berbeda tanggapannya," katanya.
Novan mengatakan pasien yang datang ke fasilitas kesehatan umumnya berada dalam kondisi rentan sehingga membutuhkan pelayanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga penuh empati.
Apabila komunikasi berjalan baik, lanjutnya, pasien maupun keluarga dapat memahami kondisi rumah sakit, termasuk apabila harus menunggu atau memilih dirujuk ke fasilitas kesehatan lain.
Ia berharap seluruh rumah sakit, puskesmas, maupun klinik pemerintah menjadikan pelayanan humanis sebagai budaya kerja sehingga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan terus meningkat.
"Orang masuk kalau dilembuti kan enak ya. Karena saya juga pernah mengalami ini, bahkan saya dapat laporan dari mana-mana juga pernah hal-hal seperti ini," pungkasnya. (*/adv/rif/kaltimnews.co)