KALTIMNEWS.CO — Keterbatasan anggaran tidak membuat DPRD Samarinda menghentikan agenda peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebagai gantinya, DPRD memilih memperkuat kolaborasi dengan instansi pemerintah untuk menggelar kegiatan yang tetap dapat dinikmati masyarakat.
Dua agenda utama yang disiapkan yakni pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah.
Pelaksanaannya menggandeng Dinas Kesehatan Kota Samarinda serta RSUD Inche Abdoel Moeis. Seluruh kegiatan dirancang terbuka untuk masyarakat umum dan dipusatkan di area depan kantor DPRD Samarinda.
Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah mengatakan kolaborasi menjadi kunci agar peringatan kemerdekaan tetap berlangsung tanpa membutuhkan anggaran besar.
“Kita tahu saat ini kita tengah mengalami keterbatasan anggaran. Karena itu dibutuhkan kolaborasi agar kita tetap bisa memeriahkan 17 Agustus,” ujar Helmi.
Sinergi Jadi Solusi di Tengah Efisiensi
Menurut Helmi, sinergi antarlembaga memungkinkan kebutuhan sarana dan prasarana kegiatan ditekan.
Dengan cara tersebut, DPRD tidak perlu mengalokasikan anggaran besar hanya untuk memenuhi kebutuhan teknis sebuah acara seremonial.
Konsep ini juga sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan pemerintah daerah.
Terlebih, ruang fiskal Pemerintah Kota Samarinda ikut tertekan setelah adanya pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Karena itu, DPRD memilih memaksimalkan sumber daya yang sudah tersedia di masing-masing instansi.
Dari Seremoni Menjadi Kegiatan Sosial
Kegiatan yang disiapkan juga tidak semata-mata berbentuk seremoni.
Dengan menggandeng Dinas Kesehatan dan RSUD, momentum HUT RI diarahkan menjadi kegiatan sosial yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Warga Samarinda nantinya dapat datang ke area perkantoran DPRD untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang disiapkan.
Helmi memastikan kegiatan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi lingkungan internal DPRD.
“Pelaksanaannya nantinya di depan kantor DPRD Samarinda, dan terbuka untuk masyarakat umum,” katanya.
Tak Membebani Belanja Operasional
Helmi menegaskan, pola kolaborasi tersebut sengaja diterapkan agar peringatan HUT RI tidak menambah tekanan terhadap keuangan daerah.
“Acara 17 Agustus ini sifatnya seremonial saja. Dengan bekerja sama, tidak membebankan belanja operasional dan tidak membebani APBD,” tegasnya.
Menurutnya, semangat kemerdekaan tetap dapat dirayakan meskipun dalam format yang lebih sederhana.
Perayaan HUT ke-81 RI tahun ini sekaligus menjadi contoh bahwa keterbatasan anggaran dapat direspons dengan memperkuat sinergi antarlembaga, bukan dengan menghentikan seluruh kegiatan.
DPRD Samarinda berharap kolaborasi tersebut mampu menjaga suasana peringatan kemerdekaan tetap hidup sekaligus memastikan masyarakat menjadi bagian utama dalam perayaan tersebut. (*/adv/rif/kaltimnews.co)