Skip to content

Tak Ada Pesta Besar 17 Agustus, Warga Samarinda Justru Dapat Cek Kesehatan Gratis dan Donor Darah

Dipublikasikan: 07 Aug 2026, 14:51
ADVERTORIAL
Tak Ada Pesta Besar 17 Agustus, Warga Samarinda Justru Dapat Cek Kesehatan Gratis dan Donor Darah

KALTIMNEWS.CO — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Samarinda tahun ini tidak akan diisi pesta besar. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, DPRD Samarinda memilih menghadirkan kegiatan yang dinilai lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat: pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah.

Program tersebut terbuka untuk masyarakat umum dan akan dilaksanakan di area perkantoran DPRD Samarinda melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Samarinda dan RSUD Inche Abdoel Moeis.

Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah mengatakan konsep tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan perayaan kemerdekaan yang tetap memiliki manfaat langsung bagi warga.

“Pelaksanaannya nantinya di depan kantor DPRD Samarinda, dan terbuka untuk masyarakat umum,” kata Helmi.

Perayaan Kemerdekaan Tak Sekadar Seremoni

Menurut Helmi, kondisi keuangan daerah saat ini memang tidak memungkinkan DPRD Samarinda menggelar kegiatan dalam skala besar.

Karena itu, peringatan kemerdekaan diarahkan pada kegiatan yang lebih sederhana namun tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi.

Pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah menjadi bagian dari agenda tersebut.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara DPRD dengan instansi yang memiliki kapasitas di bidang pelayanan kesehatan.

Helmi mengatakan kerja sama tersebut diperlukan agar perayaan 17 Agustus tetap berlangsung tanpa menciptakan beban baru terhadap belanja daerah.

“Kita tahu saat ini kita tengah mengalami keterbatasan anggaran. Karena itu dibutuhkan kolaborasi agar kita tetap bisa memeriahkan 17 Agustus,” ujarnya.

Warga Bisa Ikut Langsung

Berbeda dari kegiatan internal yang hanya melibatkan anggota dewan dan pegawai, rangkaian peringatan HUT RI di DPRD Samarinda tahun ini dibuka untuk seluruh warga.

Masyarakat dapat hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan yang disiapkan di kawasan kantor DPRD Samarinda.

Konsep tersebut sekaligus mengubah pendekatan perayaan kemerdekaan dari sekadar seremoni menjadi kegiatan yang lebih inklusif.

Helmi menegaskan, sederhana bukan berarti kehilangan kemeriahan. Justru melalui keterlibatan masyarakat, semangat perayaan kemerdekaan diharapkan dapat dirasakan lebih luas.

Keterbatasan Anggaran Tak Hentikan Semangat Kemerdekaan

Efisiensi anggaran menjadi alasan utama perubahan konsep perayaan tahun ini. Berkurangnya dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat turut mempersempit ruang fiskal Pemerintah Kota Samarinda.

Namun, kondisi tersebut tidak membuat DPRD menghapus agenda peringatan kemerdekaan.

Sebaliknya, kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan RSUD Inche Abdoel Moeis dipilih agar kegiatan tetap dapat dilaksanakan dengan biaya yang lebih efisien.

“Acara 17 Agustus ini sifatnya seremonial saja. Dengan bekerja sama, tidak membebankan belanja operasional dan tidak membebani APBD,” tegas Helmi.

Melalui konsep tersebut, DPRD Samarinda berharap HUT ke-81 RI tetap menjadi momentum kebersamaan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*/adv/rif/kaltimnews.co)