KALTIMNEWS.CO — Keterbatasan ruang fiskal membuat perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Samarinda tahun ini digelar dengan konsep berbeda. DPRD Samarinda memilih meninggalkan pesta besar dan mengandalkan kolaborasi lintas instansi agar peringatan 17 Agustus tetap berjalan tanpa menambah beban APBD.
Keputusan tersebut diambil di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah yang turut dipengaruhi berkurangnya dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah mengatakan kondisi keuangan daerah saat ini membutuhkan penyesuaian dalam berbagai kegiatan, termasuk agenda peringatan kemerdekaan.
Menurutnya, keterbatasan anggaran bukan alasan untuk menghilangkan semangat memperingati hari kemerdekaan. Namun, pola pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Kita tahu saat ini kita tengah mengalami keterbatasan anggaran. Karena itu dibutuhkan kolaborasi agar kita tetap bisa memeriahkan 17 Agustus,” kata Helmi.
Tak Ingin Perayaan Menambah Beban APBD
DPRD Samarinda memilih pendekatan sederhana dengan melibatkan sejumlah instansi terkait. Melalui sinergi tersebut, kebutuhan sarana dan prasarana pendukung diupayakan dapat ditekan seminimal mungkin.
Konsep ini sekaligus menjadi bentuk kehati-hatian DPRD dalam menggunakan anggaran daerah.
Helmi menegaskan, peringatan HUT RI tahun ini tidak diarahkan menjadi kegiatan besar yang membutuhkan pembiayaan tinggi.
“Acara 17 Agustus ini sifatnya seremonial saja. Dengan bekerja sama, tidak membebankan belanja operasional dan tidak membebani APBD,” tegasnya.
Menurut Helmi, langkah tersebut penting dilakukan karena ruang fiskal Pemerintah Kota Samarinda saat ini lebih terbatas dibandingkan sebelumnya.
Berkurangnya TKD dari pemerintah pusat memberikan dampak terhadap kemampuan daerah dalam membiayai berbagai program dan kegiatan. Karena itu, efisiensi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan agenda pemerintahan.
Tetap Meriah Meski Sederhana
Meski digelar dengan anggaran terbatas, DPRD Samarinda memastikan peringatan HUT ke-81 RI tetap dapat diikuti masyarakat.
Kegiatan akan dipusatkan di area depan kantor DPRD Samarinda dan terbuka bagi masyarakat umum.
Helmi berharap konsep sederhana tersebut tidak mengurangi makna perayaan kemerdekaan.
Bagi DPRD, esensi peringatan HUT RI bukan semata-mata terletak pada besarnya acara, melainkan bagaimana momentum kemerdekaan tetap dapat dirayakan bersama tanpa mengorbankan kondisi keuangan daerah.
Dengan kolaborasi antarlembaga, DPRD Samarinda ingin memastikan semangat kemerdekaan tetap hidup, sekaligus menjaga prinsip efisiensi dalam penggunaan anggaran publik. (*/adv/rif/kaltimnews.co)