Skip to content

Syandri Serius Maju Ketua KKSS Kaltim, Klaim Dukungan BPD Kuat

Dipublikasikan: 22 Apr 2026, 21:32
Syandri Serius Maju Ketua KKSS Kaltim, Klaim Dukungan BPD Kuat

KALTIMNEWS.CO — Bursa calon Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Kalimantan Timur kian memanas jelang Musyawarah Wilayah (Muswil). Nama Syandri Syamsuddin mencuat sebagai penantang serius, dengan klaim optimistis mampu mengamankan dukungan Badan Pengurus Daerah (BPD) melampaui ambang batas 30 persen yang dipersyaratkan.

Kontestasi menuju kursi Ketua KKSS Kaltim kini memasuki fase krusial. Syandri secara terbuka menyatakan kesiapan maju, sekaligus mengirim sinyal bahwa dirinya bukan sekadar pelengkap dalam persaingan.

Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan bersama sejumlah tokoh KKSS di Samarinda. Dalam forum yang berlangsung santai namun sarat dinamika tersebut, ia menegaskan komitmennya untuk ikut bertarung dalam Muswil yang dijadwalkan berlangsung 31 Mei 2026.

“Begitu pendaftaran dibuka, saya pastikan menjadi peserta pertama yang mendaftar,” tegas Syandri.

Lebih dari sekadar deklarasi, ia mengklaim telah melakukan langkah konkret dengan membangun komunikasi intensif bersama sejumlah BPD KKSS yang memiliki hak suara. Salah satu komunikasi disebut telah terjalin dengan BPD Samarinda sebagai bagian dari upaya konsolidasi awal.

Ketua tim pemenangan Syandri, Muslim Dg Erang, menegaskan pihaknya optimistis mampu melampaui syarat minimal dukungan.

“Syarat 30 persen Insyaallah akan kami raih, bahkan kami optimis bisa melampauinya,” ujarnya.

Optimisme tersebut disebut berangkat dari sinyal dukungan yang mulai menguat di sejumlah BPD kunci yang selama ini menjadi penentu arah suara dalam Muswil.

Masuknya Syandri membuat peta persaingan semakin dinamis. Ia akan bersaing dengan figur-figur yang telah lebih dulu mengonsolidasikan basis, seperti Ridwan Tasa, Andi Saharuddin, dan Irwan Fecho.

Siapa Sebenarnya Syandri Syamsuddin? 

Syandri merupakan pria kelahiran Makassar dengan latar keluarga Takalar–Toraja, Syandri membawa perspektif keberagaman yang ia anggap sebagai fondasi penting dalam membangun organisasi. Baginya, KKSS bukan sekadar wadah formal, tetapi ruang sosial yang harus mampu merangkul seluruh elemen perantau Sulawesi Selatan.

“KKSS ini rumah besar. Di dalamnya ada banyak latar belakang, dan itu harus menjadi kekuatan, bukan sekat,” ujarnya.

Ia menilai tantangan utama organisasi saat ini bukan hanya pada struktur, melainkan menjaga ritme kebersamaan agar tetap hidup di luar momentum Muswil. Selama ini, menurutnya, aktivitas organisasi cenderung menguat menjelang agenda besar, namun belum sepenuhnya berlanjut dalam keseharian.

“Ke depan, KKSS perlu hadir lebih konsisten. Tidak hanya saat momentum, tetapi juga dalam aktivitas yang menyentuh anggota secara langsung,” katanya.

Gagasan itu menjadi dasar langkahnya maju. Ia menempatkan komunikasi sebagai kunci tidak hanya antar pengurus, tetapi juga lintas generasi dan latar belakang.

Jika dipercaya memimpin, Syandri ingin mendorong KKSS menjadi organisasi yang lebih terbuka, adaptif, dan relevan.

“Saya siap mewakafkan diri untuk organisasi ini. Bukan sekadar menjalankan roda organisasi, tapi memastikan KKSS benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya,” ucapnya.

Jejak Pemikiran dan Pengalaman

Dalam perjalanan organisasinya, Syandri juga disebut banyak menimba ilmu dari Ryaas Rasyid, tokoh yang dikenal sebagai pelopor konsep otonomi daerah di Indonesia pada era pemerintahan Megawati Soekarnoputri.

Pengalaman tersebut dinilai membentuk cara pandangnya dalam melihat organisasi sebagai entitas yang harus adaptif, desentralistik, dan mampu memberdayakan anggotanya secara merata.

Adu Gagasan, Bukan Sekadar Kompetisi

Di tengah kontestasi yang mulai menghangat, Syandri memilih melihat Muswil sebagai ruang adu gagasan, bukan sekadar kompetisi personal.

“Muswil ini ruang bersama. Kita boleh berbeda pilihan, tapi tujuan kita sama membawa KKSS menjadi lebih baik,” tegasnya.

Sejumlah konsep program disebut telah disiapkan. Ia juga terus membangun komunikasi intensif dengan para pemilik suara, khususnya para Ketua BPD, guna membangun kesepahaman.

“Organisasi ini tidak bisa berjalan sendiri, harus dibangun bersama,” ujarnya.

Di internal, pendekatan yang dibawa Syandri mulai mendapat perhatian. Sejumlah pengurus daerah menilai langkahnya terlihat lebih sistematis, baik dari sisi komunikasi maupun kesiapan konsep.

“Sudah mulai terlihat arah yang dibawa. Tinggal bagaimana dikonsolidasikan,” ujar salah satu pengurus yang enggan disebutkan namanya.

Pengamat internal juga menilai pengalaman lintas organisasi yang dimiliki Syandri menjadi nilai tambah. Pria kelahiran 1972 itu diketahui pernah aktif di berbagai organisasi, mulai dari KNPI Kutai Barat hingga peran strategis di tingkat kota dan provinsi.

Namun bagi Syandri, pengalaman bukan tujuan akhir, melainkan bekal untuk menjaga relevansi organisasi di tengah perubahan zaman.

Menuju Muswil Penentu

Menjelang Muswil, peta dukungan masih bergerak dinamis. Namun di antara nama-nama yang mengemuka, figur yang dinilai telah menyiapkan arah dan membangun komunikasi lebih awal mulai menempati posisi tersendiri dalam percakapan internal KKSS.

Dalam situasi ini, publik KKSS tidak hanya mencari figur populer, tetapi juga sosok yang siap bekerja sejak awal bahkan sebelum momentum Muswil berakhir.

Pertanyaannya kini: apakah Syandri mampu menembus dominasi poros lama, atau justru konfigurasi lama tetap bertahan? Jawabannya akan ditentukan di arena Muswil. (rif/kaltimnews.co)