Skip to content

Jurnalis Diajak Masuk Rig Migas Pertamina, Fakta Offshore Terungkap Langsung

Dipublikasikan: 20 May 2026, 19:49
Jurnalis Diajak Masuk Rig Migas Pertamina, Fakta Offshore Terungkap Langsung

KALTIMNEWS.CO – Sebanyak 13 jurnalis dari Kalimantan Timur diajak melihat langsung aktivitas pengeboran migas offshore milik PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) di Rig Asian Endeavour (AE-1). Dalam kunjungan yang berlangsung di tengah laut itu, para awak media menyaksikan langsung ketatnya standar keselamatan, kompleksitas operasi migas, hingga kerja tanpa henti selama 24 jam demi menjaga pasokan energi nasional.

PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) kembali menggelar program edukasi media bertajuk Bincang Asik Soal MIGAS Ala PHI (BASO IGA PHI) Edisi Khusus Goes to Rig sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan dengan insan pers sekaligus meningkatkan pemahaman publik terhadap industri hulu migas offshore.

Kegiatan yang berlangsung pada 7 Mei 2026 itu digelar di Rig Asian Endeavour (AE-1), wilayah operasi PHKT Daerah Operasi Bagian Selatan (DOBS), dan diikuti jurnalis dari media cetak, online, hingga televisi.

Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak menyaksikan langsung aktivitas pengeboran sumur Sejadi SJ-4RD1 yang mencapai kedalaman 9.112 feet atau sekitar 2,78 kilometer di bawah permukaan bumi.

Operasi di rig offshore itu berjalan nonstop selama 24 jam dengan sistem dua shift kerja. Sebelum pergantian kru, seluruh pekerja wajib mengikuti safety meeting untuk membahas kesiapan kerja, potensi risiko, serta aspek keselamatan sebelum proses handover dilakukan.

Di tengah tingginya kompleksitas pekerjaan, sekitar 120 personel onboard (POB) di Rig AE-1 disebut berhasil menjaga capaian Zero Incident selama operasi berlangsung.

Para jurnalis juga menyaksikan secara langsung disiplin ketat penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) oleh seluruh pekerja migas sebagai bagian dari budaya keselamatan kerja yang diterapkan di lingkungan offshore.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Penajam Paser Utara, Erwin, mengaku kunjungan tersebut memberi perspektif baru bagi insan media mengenai dunia migas offshore yang selama ini lebih banyak diketahui melalui rilis dan pemberitaan.

“Ketika melihat langsung di lapangan, kami memahami bahwa operasional migas memiliki proses yang sangat kompleks dan membutuhkan disiplin kerja tinggi serta penerapan keselamatan yang ketat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keterbukaan PHKT yang memberikan akses kepada media untuk melihat langsung proses operasional di lapangan sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat menjadi lebih utuh dan edukatif.

Sebelum memasuki area operasi, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti safety induction dari tim HSSE dan didampingi Offshore Installation Manager (OIM) Rig AE-1 bersama Manager COSL Rig.

Assistant Manager Drilling Operations PHKT, Bidner Sianturi, mengatakan pihaknya ingin media tidak sekadar melihat fasilitas pengeboran, tetapi memahami cerita besar di balik produksi energi nasional.

“Teman-teman media tidak hanya datang melihat rig, tetapi pulang membawa cerita tentang kerja keras di balik energi dan semangat para pekerja migas menjaga ketahanan energi nasional,” katanya.

Bidner menegaskan bahwa aspek HSSE atau Health, Safety, Security, and Environment menjadi budaya utama yang selalu diterapkan dalam setiap aktivitas operasi perusahaan.

Dalam kesempatan yang sama, SKK Migas melalui perwakilan Kalimantan dan Sulawesi, Nindya Puspaningtiyas, turut memaparkan peran pengawasan industri hulu migas serta pentingnya sinergi komunikasi bersama media.

Sementara itu, Manager Communication, Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia, Dony Indrawan, berharap media dapat terus menghadirkan informasi yang objektif, informatif, dan berimbang kepada masyarakat terkait industri hulu migas.

Menurutnya, industri hulu migas merupakan sektor padat teknologi, padat modal, dan berisiko tinggi sehingga membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, untuk menjaga pemahaman publik terhadap pentingnya ketahanan energi nasional. (rif/kaltimnews.co)