KALTIMNEWS.CO – Di tengah dorongan pemerintah mempercepat digitalisasi pendidikan, masih ada sekolah negeri di Kota Samarinda yang berjuang memenuhi kebutuhan paling dasar untuk pembelajaran berbasis teknologi.
SMP Negeri 49 Samarinda menjadi salah satunya.
Sekolah yang baru berdiri itu saat ini menampung sekira 150 siswa dari kelas VII dan VIII. Namun, keterbatasan sarana masih menjadi tantangan, terutama belum memadainya perangkat komputer yang dibutuhkan dalam pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Kepala SMP Negeri 49 Samarinda, Nurhasni, menyampaikan kondisi tersebut saat menghadiri dialog pendidikan bersama Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Harminsyah di Kelurahan Bukuan.
"Kami masih dalam tahap pengembangan. Jumlah siswa terus bertambah sehingga kebutuhan fasilitas, terutama komputer, menjadi prioritas agar proses pembelajaran TIK dapat berjalan optimal," ujar Nurhasni.
Menurutnya, komputer saat ini bukan lagi sekadar pelengkap laboratorium, tetapi menjadi bagian penting dalam proses belajar mengajar sekaligus mendukung asesmen berbasis digital yang diterapkan pemerintah.
Founder Kaltimnews.co sekaligus anggota Asosiasi Ketua Komite Satuan Pendidikan Indonesia (AKSPI) Kalimantan Timur, Arief Kaseng, menilai kebutuhan tersebut harus menjadi perhatian pemerintah daerah.
"Kalau kita ingin mendorong transformasi pendidikan digital, maka sekolah-sekolah baru juga harus memperoleh kesempatan yang sama. Jangan sampai terjadi kesenjangan fasilitas antara sekolah lama dan sekolah yang baru berkembang."
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Harminsyah, mengatakan aspirasi tersebut akan menjadi salah satu prioritas pembahasan bersama Pemerintah Kota Samarinda.
"Pemerataan pendidikan bukan hanya soal membangun sekolah baru. Yang jauh lebih penting adalah memastikan seluruh sekolah memiliki fasilitas yang memadai sehingga kualitas pembelajaran dapat berlangsung secara setara," ujarnya. (raiza/kaltimnews.co)