KALTIMNEWS.CO – Angka pengangguran di Kota Samarinda memang menunjukkan tren yang lebih baik dibanding beberapa tahun sebelumnya. Namun, di balik penurunan tersebut masih tersimpan pekerjaan rumah yang tidak sederhana. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Samarinda berada di angka 5,31 persen, yang berarti dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar lima orang masih belum memperoleh pekerjaan.
Persentase itu mungkin terlihat kecil dalam statistik, tetapi jika diterjemahkan ke dalam kehidupan sehari-hari, angka tersebut merepresentasikan ribuan warga yang masih berjuang mencari sumber penghasilan tetap. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah di tengah perubahan kebutuhan dunia kerja yang semakin cepat.
Anggota DPRD Kota Samarinda, Harminsyah, menilai persoalan pengangguran tidak bisa diselesaikan hanya dengan membuka lowongan pekerjaan dalam jumlah besar. Menurutnya, pemerintah harus memastikan bahwa kompetensi tenaga kerja lokal mampu menjawab kebutuhan industri dan dunia usaha.
"Persoalan pengangguran harus dilihat secara menyeluruh. Bukan hanya bagaimana menyediakan pekerjaan, tetapi bagaimana masyarakat memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Kalau kompetensinya tidak sesuai, lowongan sebanyak apa pun tidak akan optimal terserap," ujar Harminsyah.
Ia menjelaskan, transformasi ekonomi dan perkembangan teknologi telah mengubah pola kebutuhan tenaga kerja. Banyak sektor kini membutuhkan keterampilan yang lebih spesifik, sementara sebagian pencari kerja masih belum memiliki akses terhadap pelatihan yang memadai.
Karena itu, Harminsyah mendorong Pemerintah Kota Samarinda memperluas program pelatihan vokasi, pendidikan keterampilan, hingga sertifikasi kerja yang dapat diakses masyarakat, terutama generasi muda yang baru memasuki dunia kerja.
Menurutnya, investasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan langkah jangka panjang yang jauh lebih efektif dibanding hanya mengandalkan rekrutmen tenaga kerja setiap kali ada investasi baru masuk ke daerah.
Selain peningkatan keterampilan, ia juga menilai sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menjadi salah satu mesin utama penciptaan lapangan kerja di Samarinda. Banyak usaha kecil yang mampu menyerap tenaga kerja lokal apabila mendapatkan dukungan permodalan, pendampingan usaha, hingga akses pemasaran yang lebih luas.
"UMKM harus terus diperkuat karena sektor ini terbukti mampu menciptakan lapangan kerja baru. Ketika usaha masyarakat berkembang, otomatis kesempatan kerja juga ikut bertambah," katanya.
Harminsyah juga menyoroti pentingnya sistem informasi ketenagakerjaan yang lebih terintegrasi. Selama ini, menurutnya, masih banyak masyarakat yang kesulitan memperoleh informasi mengenai lowongan pekerjaan, sementara di sisi lain perusahaan juga mengalami kendala dalam mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan.
Ia mendorong adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga sektor industri agar proses penyaluran tenaga kerja berjalan lebih efektif.
"Harus ada sinergi antara pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, balai latihan kerja, dan dunia usaha. Jangan sampai lulusan yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan pasar kerja," tegasnya.
Di sisi lain, Harminsyah menilai masuknya investasi ke Samarinda harus memberikan dampak nyata bagi penyerapan tenaga kerja lokal. Menurutnya, setiap investasi yang masuk idealnya dibarengi dengan komitmen untuk memberdayakan tenaga kerja daerah melalui program pelatihan maupun perekrutan yang berpihak kepada masyarakat lokal.
Ia optimistis, apabila peningkatan kualitas SDM, penguatan UMKM, perluasan investasi, dan penyediaan informasi ketenagakerjaan berjalan beriringan, angka pengangguran di Samarinda dapat terus ditekan dalam beberapa tahun ke depan.
"Tujuan akhirnya bukan sekadar menurunkan angka statistik, tetapi memastikan masyarakat memiliki pekerjaan yang layak, pendapatan yang stabil, dan kesejahteraan yang terus meningkat. Itu yang harus menjadi fokus bersama," pungkasnya. (rif/kaltimnews.co)