KALTIMNEWS.CO – Transformasi besar-besaran sedang dilakukan Indosat Ooredoo Hutchison. Di tengah tekanan ekonomi global sepanjang 2025, perusahaan telekomunikasi berkode saham ISAT itu justru mengumumkan langkah agresif memperkuat bisnis kecerdasan artifisial (AI) sekaligus membagikan dividen jumbo kepada pemegang saham.
Hal itu terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indosat Tbk yang digelar baru-baru ini. Dalam rapat tersebut, Indosat menegaskan arah baru perusahaan melalui strategi AI North Star yang kini menjadi pusat transformasi bisnis mereka.
Tak tanggung-tanggung, Perseroan menyetujui pembagian dividen senilai Rp3,57 triliun atau setara Rp111 per saham. Keputusan itu menjadi sinyal kuat bahwa Indosat tetap solid di tengah dinamika industri telekomunikasi dan digital yang semakin kompetitif.
President Director dan CEO Indosat, Vikram Sinha menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah mempercepat eksekusi strategi AI secara disiplin demi menciptakan pertumbuhan jangka panjang.
“Di Indosat, kami percaya setiap kemajuan harus menghadirkan dampak yang lebih luas dan bermakna. Fokus kami jelas, mempercepat strategi AI untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan sekaligus menghadirkan nilai nyata bagi pemegang saham,” ujarnya.
Dari Operator Telekomunikasi Menjadi AI TechCo
Langkah transformasi Indosat kini tidak lagi sekadar menjadi perusahaan penyedia layanan telekomunikasi. Perseroan mulai bergerak menuju AI TechCo dengan memperluas bisnis ke sektor cloud computing, keamanan siber, hingga pengembangan sovereign AI. Strategi tersebut dimulai dari integrasi AI ke seluruh operasi perusahaan.
Teknologi AI digunakan untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih personal melalui sistem hyper-personalization, meningkatkan produktivitas internal, hingga menekan efisiensi biaya belanja modal.
Pendekatan itu disebut berhasil memperkuat keterlibatan pelanggan dan menopang pertumbuhan bisnis dua digit secara berkelanjutan.
Tak berhenti di situ, Indosat juga mulai membangun fondasi ekonomi AI nasional melalui pengembangan ekosistem digital yang terintegrasi.
Gandeng NVIDIA, Indosat Bangun Ekosistem AI Indonesia
Salah satu langkah besar yang paling menyita perhatian adalah kolaborasi strategis Indosat dengan NVIDIA� yang diumumkan dalam ajang NVIDIA GTC 2026.
Kerja sama itu melahirkan platform Sahabat-AI yang dirancang sebagai ekosistem kecerdasan buatan untuk Indonesia.
Melalui kemitraan tersebut, Indosat memanfaatkan teknologi Accelerated Computing serta model AI terbuka NVIDIA Nemotron untuk menghadirkan kemampuan AI kelas dunia yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal Indonesia.
Platform Sahabat-AI disebut akan membuka akses lebih luas bagi masyarakat, developer, perusahaan, hingga institusi untuk membangun solusi AI berbasis bahasa, budaya, dan kebutuhan pasar Indonesia.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan sovereign AI atau kedaulatan AI nasional yang lebih terbuka dan adaptif.
AI Grid Dibangun, Akses AI Tak Lagi Terpusat di Kota Besar
Indosat juga mulai membangun AI Grid terdistribusi dengan memanfaatkan jaringan nasional dan infrastruktur pusat data perusahaan.
Strategi ini memungkinkan daya komputasi AI didistribusikan ke berbagai wilayah Indonesia, bukan hanya terpusat di kota-kota besar.
Melalui sistem tersebut, pelaku usaha, komunitas digital, hingga pengembang teknologi di daerah disebut akan memiliki akses lebih cepat terhadap teknologi AI.
Transformasi ini mempertegas ambisi Indosat untuk menjadi AI Nation Shaper yang mendorong penguatan kapabilitas digital Indonesia sekaligus membuka sumber pertumbuhan bisnis baru.
Susunan Direksi dan Komisaris Dirombak
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan sejumlah nama baru di jajaran direksi dan komisaris.
Reski Damayanti resmi diangkat sebagai anggota Direksi. Ia dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang hukum, regulasi, dan tata kelola perusahaan di sektor telekomunikasi Asia Tenggara.
Selain itu, Apoorva Mehrotra juga masuk jajaran Direksi dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di industri telekomunikasi internasional, termasuk di Airtel dan Vodafone.
Nama lain yang turut masuk adalah Honesti Basyir yang diyakini akan mempercepat transformasi AI perusahaan.
Sementara itu, Seppalga Ahmad resmi ditunjuk sebagai Komisaris Perseroan.
Rapat juga menyetujui pemberhentian dengan hormat Ahmad Zulfikar serta Achmad Syah Reza.