Skip to content

Harga Batu Bara Melejit, Kaltim Bersiap Panen Besar Lagi?

Dipublikasikan: 27 Mar 2026, 16:04
Harga Batu Bara Melejit, Kaltim Bersiap Panen Besar Lagi?

KALTIMNEWS.CO – Lonjakan harga batu bara dunia mulai memantik harapan baru bagi Kalimantan Timur. Di tengah krisis energi global, pemerintah pusat membuka peluang relaksasi produksi sebuah sinyal yang bisa menghidupkan kembali denyut ekonomi daerah tambang.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyebut kebijakan relaksasi bukan hal mustahil jika tren harga terus menguat.

“Kalau harga tetap stabil dan menguntungkan, relaksasi bisa dipertimbangkan, tapi tetap terukur,” tegasnya.

Pernyataan ini langsung menjadi perhatian pelaku tambang di Kaltim. Maklum, sebelumnya pemerintah memangkas target produksi batu bara 2026 menjadi sekitar 600 juta ton turun jauh dari realisasi 2025 yang tembus 790 juta ton.

Namun kini situasi berubah cepat. Konflik panas antara Amerika Serikat–Israel dan Iran mengguncang pasar energi global. Harga batu bara yang sempat di bawah 120 dolar AS, kini melonjak menembus 130 dolar AS.

Lonjakan ini membuka peluang besar bagi Kalimantan Timur, daerah yang selama ini menjadi jantung produksi batu bara nasional.

Permintaan global diprediksi meningkat. Negara-negara industri mulai mencari pasokan energi alternatif yang lebih stabil, dan Indonesia menjadi salah satu andalan.

Jika relaksasi benar-benar dilakukan, dampaknya bisa langsung terasa di daerah. Aktivitas tambang kembali menggeliat, perputaran ekonomi meningkat, hingga peluang kerja terbuka lebih luas.
Namun pemerintah tidak ingin mengulang kesalahan lama.

Relaksasi akan dilakukan secara selektif agar tidak terjadi kelebihan pasokan yang justru menjatuhkan harga. Keseimbangan pasar tetap menjadi prioritas utama.

Presiden Prabowo Subianto bahkan telah memberi sinyal agar momentum ini dimanfaatkan untuk mendongkrak penerimaan negara di tengah tekanan ekonomi global.

Saat ini, revisi RKAB batu bara 2026 tengah disiapkan sebagai langkah konkret. Bagi Kalimantan Timur, ini bisa menjadi momen besar: antara peluang “panen cuan” atau sekadar euforia sesaat.
Yang jelas, mata dunia kini kembali melirik batu bara dan Kaltim ada di pusatnya. (*)