Skip to content

Startup Perempuan Indonesia Ekspansi ke Vietnam Lewat SheHacks Indosat

Dipublikasikan: 11 Mar 2026, 16:45
Startup Perempuan Indonesia Ekspansi ke Vietnam Lewat SheHacks Indosat

KALTIMNEWS.CO – Startup perempuan Indonesia mulai menapaki panggung global. Melalui program SheHacks dari Indosat Ooredoo Hutchison, lima startup berbasis teknologi kecerdasan artifisial (AI) terpilih menjalani ekspansi ekosistem digital ke Vietnam. Langkah ini menjadi strategi membuka akses pasar baru di Asia Tenggara sekaligus memperkuat posisi inovasi digital perempuan Indonesia di tingkat internasional.

Program pemberdayaan perempuan berbasis teknologi tersebut membawa Top 5 MVP Accelerator 2025 dalam agenda Global Market Benchmarking Trip ke Vietnam. Inisiatif ini menjadi jembatan kolaborasi lintas negara untuk memperluas peluang investasi, kemitraan bisnis, serta pertukaran wawasan di sektor startup teknologi.

Lima startup yang terlibat mewakili sektor digital prioritas Indonesia, mulai dari kesehatan, teknologi inklusif, hingga pemasaran berbasis kecerdasan artifisial. Mereka adalah DoctorTool, Hear Me, Serenic.ai, Katalis AI, dan Lunar Interactive.
DoctorTool menghadirkan ekosistem digital berbasis AI bagi fasilitas layanan kesehatan, tenaga medis, hingga pasien. Sementara Hear Me mengembangkan solusi komunikasi berbasis teknologi bagi komunitas Teman Tuli.

Startup lainnya, Serenic.ai, menghadirkan AI klinis untuk otomatisasi administrasi rumah sakit seperti optimalisasi klaim dan pencatatan rekam medis berbasis percakapan dokter dan pasien. Di sisi lain, Katalis AI menawarkan solusi pemasaran digital berbasis kombinasi AI dan analitik data. Adapun Lunar Interactive mengembangkan sistem gamifikasi untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa asing.

Kelima founder startup ini mengikuti serangkaian kegiatan terstruktur di Vietnam yang dirancang untuk memperkuat kapasitas bisnis mereka. Program tersebut mencakup peluang investasi, penjajakan pasar, mentoring intensif, hingga pertukaran pengalaman dengan praktisi teknologi di negara tersebut.

Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengatakan program ini dirancang untuk membuka peluang nyata bagi perempuan Indonesia di ekonomi digital global.

“Melalui kolaborasi lintas negara, penguatan jejaring institusi, dan akses ke investor, SheHacks memperluas dampaknya dari Indonesia ke Asia Tenggara. Kami ingin para founder perempuan membangun koneksi kuat dengan ekosistem digital global dan mengubah inovasi mereka menjadi solusi berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Kunjungan ini mencatat berbagai capaian penting. Dalam agenda tersebut, para startup menjalani 51 sesi business matching, mentoring bersama pakar AI, serta diskusi strategi bisnis, legal, ekonomi, hingga penguatan komunitas startup.
Selain itu, SheHacks juga membuka koneksi strategis dengan enam investor, enam instansi pemerintah, serta sembilan calon mitra bisnis di Vietnam. Kolaborasi ini menjadi landasan kuat bagi ekspansi startup Indonesia ke pasar internasional.

Sejumlah institusi inovasi Vietnam juga terlibat dalam program ini, di antaranya Department of Science & Technology (DOST), Startup & Innovation Hub (SIHUB), HCMC Innovation Department, Business Startup Support Centre (BSSC), dan Investment & Trade Promotion Center (ITPC).

Keterlibatan lembaga-lembaga tersebut membuka peluang soft landing bagi startup Indonesia untuk memahami regulasi, model bisnis, serta dinamika pasar Vietnam sebelum melakukan ekspansi lebih luas di Asia Tenggara.

Momentum penting juga terjadi dalam sesi featured events bersama investor seperti Do Ventures dan DMZ Ventures. Dalam forum tersebut, para founder mempresentasikan inovasi mereka sekaligus menjajaki peluang pendanaan dan kolaborasi lintas negara.

Melalui program ini, Indosat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem inovasi perempuan Indonesia agar mampu bersaing di pasar global.
Inisiatif SheHacks di Vietnam bahkan direncanakan menjadi model kolaborasi regional yang akan diperluas ke berbagai negara Asia lainnya. 

Harapannya, semakin banyak startup perempuan Indonesia yang mampu menembus pasar internasional dengan inovasi teknologi yang berdampak nyata bagi masyarakat. (*)