Skip to content

Laba Indosat Melonjak, AI Jadi Mesin Uang Baru Perseroan

Dipublikasikan: 29 Jul 2026, 20:34
Laba Indosat Melonjak, AI Jadi Mesin Uang Baru Perseroan

KALTIMNEWS.CO – Transformasi menuju perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai membuahkan hasil bagi PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison). Pada semester pertama 2026, emiten telekomunikasi berkode saham ISAT ini membukukan pertumbuhan bisnis dua digit dengan lonjakan laba hampir 50 persen, didorong meningkatnya permintaan layanan digital dan ekspansi bisnis AI.

Laporan keuangan perseroan menunjukkan pendapatan mencapai Rp30,7 triliun, tumbuh 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di saat yang sama, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) naik 14 persen menjadi Rp14,6 triliun, dengan margin EBITDA yang tetap kuat di level 47,6 persen.

Tak hanya itu, laba bersih yang dinormalisasi melonjak 49,2 persen secara tahunan menjadi Rp3,2 triliun, mencerminkan kombinasi pertumbuhan bisnis, efisiensi operasional, dan pengendalian biaya yang semakin solid.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan transformasi AI kini menjadi fondasi utama strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

"AI North Star kami mendorong pertumbuhan nilai jangka panjang dengan mentransformasi Indosat dari penyedia konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI. Pertumbuhan double digit yang kami capai menjadi bukti kuat bahwa strategi kami berjalan baik," ujar Vikram dalam keterangan resmi, Senin (28/7/2026).

Bisnis AI Cloud Melesat, Lampaui Pendapatan Sepanjang Tahun Lalu

Salah satu motor pertumbuhan baru Indosat datang dari bisnis AI Cloud.

Sepanjang semester pertama 2026, unit bisnis tersebut menghasilkan pendapatan US$33 juta, melampaui total pendapatan sepanjang 2025 yang mencapai US$28 juta.

Kinerja tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan industri terhadap infrastruktur AI di Indonesia sekaligus memperkuat posisi AI Cloud sebagai sumber pendapatan baru Perseroan.

Selain AI Cloud, Indosat juga memperoleh tambahan spektrum frekuensi 80 MHz pada pita 700 MHz dan 2,6 GHz yang akan digunakan untuk memperkuat layanan Indosat5G, termasuk pengembangan layanan Fixed Wireless Access (FWA).

Investasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas jaringan sekaligus membuka peluang monetisasi layanan digital berbasis AI.

Pelanggan Bertambah, Trafik Data Hampir Tembus 20 Persen

Transformasi digital yang dijalankan perusahaan juga tercermin dari meningkatnya aktivitas pelanggan.

Sepanjang semester pertama 2026, trafik data melonjak 19,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara Average Revenue Per User (ARPU) naik 17,3 persen menjadi Rp46 ribu.

Jumlah pelanggan seluler juga tetap terjaga di level 93,4 juta pelanggan, didukung berbagai layanan berbasis AI seperti Anti-Spam, Anti-Scam, Sahabat-AI, Gemini AI, hingga Adobe Express yang terintegrasi dalam ekosistem digital Indosat.

Model Asset-Light Bikin Indosat Punya Amunisi Baru

Di sisi korporasi, Indosat juga melakukan langkah strategis melalui pembentukan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) bersama Arsari Group.

Melalui pengalihan pengelolaan lebih dari 86.000 kilometer jaringan serat optik nasional, perusahaan memperoleh dana sekitar Rp11,7 triliun sekaligus mengadopsi model bisnis asset-light yang memberi ruang lebih besar untuk membiayai ekspansi teknologi digital.

Strategi tersebut diyakini akan memperkuat fleksibilitas keuangan perusahaan dalam mempercepat investasi pada sektor AI dan infrastruktur masa depan.

Kalimantan Jadi Kontributor Terbesar Trafik Data

Di tingkat regional, Kalimantan menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan digital paling agresif.

Sepanjang semester pertama 2026, trafik data di Region Kalimantan meningkat 27,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah pelanggan juga bertambah 2,2 persen, menjadikan wilayah ini sebagai kontributor pelanggan dan trafik terbesar di Circle Kalisumapa.

Untuk menopang pertumbuhan tersebut, Indosat kini mengoperasikan lebih dari 19.500 BTS 4G dan memperluas jaringan menjadi lebih dari 340 BTS 5G hingga akhir kuartal II 2026.

Ekspansi jaringan tersebut turut menghadirkan layanan Indosat5G di Pontianak yang mendukung aktivitas digital masyarakat mulai dari gaming, streaming, pembuatan konten, hingga pemanfaatan teknologi AI.

ESG dan Talenta Digital Jadi Fokus Berikutnya

Tak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, Indosat juga memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan.

Optimalisasi jaringan berbasis AI berhasil menurunkan intensitas emisi karbon hingga 50,89 persen. Perseroan juga masuk dalam tiga Indeks ESG KEHATI, yakni SRI-KEHATI, ESG Sector Leaders, dan ESG Quality 45 periode Juni–November 2026.

Di sisi pengembangan sumber daya manusia, Indosat menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Wadhwani Foundation untuk menyiapkan satu juta talenta digital dan 100 ribu wirausaha berbasis AI hingga 2029.

Langkah tersebut mempertegas strategi Indosat bahwa pertumbuhan bisnis jangka panjang tidak hanya dibangun melalui teknologi, tetapi juga melalui investasi pada talenta digital dan inovasi yang berkelanjutan. (rief/kaltimnews.co)