Skip to content

Dua Sumur Baru PHSS di Kaltim Cetak Produksi Migas di Atas Target

Dipublikasikan: 28 Aug 2026, 13:33
Dua Sumur Baru PHSS di Kaltim Cetak Produksi Migas di Atas Target

KALTIMNEWS.CO — PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) mencatat hasil positif dari pengembangan lapangan migas Semberah di Wilayah Kerja Sanga-Sanga, Kalimantan Timur.

Dua sumur pengembangan baru, SEM-206 dan SEM-207, berhasil menghasilkan gas dan kondensat dengan capaian produksi awal di atas target yang ditetapkan.

Sumur SEM-206 mencatat produksi 5,3 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) dan 706 barel kondensat per hari (BCPD). Capaian gas tersebut sekitar dua kali lipat dari target awal.

Sementara itu, Sumur SEM-207 menghasilkan 3,11 MMSCFD gas dan 103 BCPD kondensat, atau sekitar empat kali lebih tinggi dari target awal.

Jika digabungkan, kedua sumur tersebut menghasilkan sekitar 8,41 MMSCFD gas dan 809 BCPD kondensat pada tahap awal uji produksi.

Capaian ini menjadi sinyal positif bagi PHSS di tengah tantangan mempertahankan produksi dari lapangan migas yang telah memasuki fase mature.

Dua Sumur, Hasil Produksi Berbeda

Kedua sumur tersebut mengalir secara natural melalui mekanisme open flow.

Sumur SEM-206 didukung tiga lapisan reservoir dengan kondisi tekanan yang dinilai masih baik. Sementara SEM-207 ditopang satu lapisan reservoir dengan tekanan yang juga mendukung aliran produksi.

General Manager Zona 9 PHSS, Dadang Soewargono, mengatakan keberhasilan dua sumur tersebut memperkuat strategi perusahaan untuk terus mengembangkan lapangan migas yang telah memasuki fase mature.

Menurut dia, pengeboran sumur baru tidak hanya diarahkan untuk menambah cadangan, tetapi juga menjaga tingkat produksi sekaligus menahan laju penurunan produksi alamiah.

“Selaras dengan visi perusahaan, kami terus berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi dengan melakukan pengeboran sumur-sumur baru guna menambah cadangan, meningkatkan recovery, menahan laju penurunan produksi alamiah, dan mempertahankan tingkat produksi migas lapangan-lapangan yang sudah mature di wilayah Kalimantan,” ujar Dadang.

Teknologi Jadi Kunci Pengeboran

PHSS menghadapi karakteristik reservoir dan tantangan teknis yang berbeda pada masing-masing sumur.

Karena itu, perusahaan melakukan evaluasi teknis dan pengelolaan risiko sejak tahap perencanaan hingga pengeboran dan uji produksi.

Pada Sumur SEM-206, PHSS menerapkan sejumlah strategi teknis, termasuk penggunaan peralatan komplesi dan kepala sumur dengan pressure rating tinggi.

Perusahaan juga menggunakan teknologi Casing While Drilling (CWD) untuk membantu menjaga stabilitas lubang sumur sekaligus meningkatkan efektivitas operasi pengeboran.

Sumur SEM-206 juga dibor lebih ke arah timur dari struktur eksisting sebagai bagian dari strategi pengembangan reservoir.

Perbedaan karakteristik bawah permukaan membuat durasi pengerjaan kedua sumur tidak sama.

Pengeboran hingga uji produksi SEM-206 membutuhkan waktu 45 hari, sedangkan SEM-207 dapat diselesaikan hanya dalam 13 hari.

Efisiensi Biaya Jadi Nilai Tambah

Selain produksi yang melampaui target, PHSS menyebut pengeboran dua sumur tersebut juga mencatat efisiensi biaya.

Realisasi biaya pengeboran tercatat lebih rendah dibandingkan anggaran yang telah ditetapkan.

Dari sisi keselamatan kerja, kedua proyek juga mencatat kinerja positif.

Sumur SEM-206 mencatat 75.600 jam kerja selamat, sedangkan SEM-207 mencapai 27.216 jam kerja selamat hingga tahap uji produksi.

Dadang mengatakan kombinasi antara keberhasilan produksi, efisiensi biaya, dan kinerja keselamatan menjadi indikator bahwa pengembangan lapangan mature masih memiliki ruang untuk dioptimalkan.

“Keberhasilan pengeboran, efisiensi biaya, dan kinerja keselamatan yang unggul menunjukkan bahwa tantangan di lapangan mature dapat dijawab melalui perencanaan yang matang, inovasi, teknologi, dan eksekusi yang disiplin,” katanya.

PHSS, lanjut dia, akan terus mencari peluang untuk mengoptimalkan potensi lapangan yang ada dengan tetap menempatkan keselamatan dan keandalan operasi sebagai prioritas.

Bagi industri hulu migas, keberhasilan dua sumur tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan produksi dari lapangan yang telah beroperasi dalam waktu panjang sekaligus mendukung ketersediaan pasokan energi nasional. (rif/kaltimnews.co)