Skip to content

Ada Motor dan Umrah di Agenda Besar KKSS Samarinda 5-6 September Mendatang

Dipublikasikan: 25 Aug 2026, 17:43
Ada Motor dan Umrah di Agenda Besar KKSS Samarinda 5-6 September Mendatang

KALTIMNEWS.CO — Rangkaian kegiatan besar Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD KKSS) Kota Samarinda memasuki tahap pematangan. Berlangsung di GOR Segiri Samarinda pada 5–6 September 2026, agenda ini tak sekadar menjadi perayaan organisasi, tetapi memadukan budaya, olahraga, hiburan, hingga kegiatan keagamaan.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi BPD KKSS Samarinda bersama panitia di Bagios Cafe Samarinda, Selasa (25/8/2026).

Rapat dipimpin Ketua BPD KKSS Samarinda, H Muslimin. Sejumlah agenda utama menjadi pembahasan, mulai dari lomba budaya, jalan sehat, hingga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Muslimin mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan dirancang sebagai ruang mempererat hubungan antarwarga KKSS sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan kepada masyarakat di Samarinda.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi, mempererat kebersamaan, sekaligus menunjukkan bahwa KKSS memiliki kekayaan budaya dan semangat kebangsaan yang kuat,” ujar Muslimin.

Tari Kolosal Jadi Panggung Empat Budaya Sulawesi Selatan

Salah satu agenda yang dipersiapkan adalah Lomba Tarian Kolosal. Pesertanya berasal dari perwakilan pilar, organisasi otonom, cabang, BPD maupun wilayah KKSS.

Setiap tim sekurang-kurangnya terdiri atas lima orang. Komposisi peserta dapat melibatkan laki-laki, perempuan maupun gabungan lintas usia.

Yang menarik, tarian yang ditampilkan bukan sekadar pertunjukan biasa. Peserta diminta mengembangkan kreasi baru yang tetap berakar pada tarian tradisional dari empat rumpun budaya Sulawesi Selatan, yakni Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar.

Pakarena, Pajoge, Pagellu hingga Patudu menjadi sejumlah referensi yang dapat dikembangkan peserta.

Penilaian lomba mencakup koreografi dan kreativitas, kekompakan, penguasaan panggung, keserasian musik dengan gerakan, serta kostum dan tata rias.

Durasi penampilan ditetapkan minimal 10 menit, termasuk waktu keluar dan masuk panggung.

Selain tari kolosal, panitia juga menyiapkan Lomba Menyanyi. Peserta akan membawakan lagu-lagu daerah Sulawesi Selatan dalam kategori solo maupun duet.

Setiap kontingen dari pilar, organisasi otonom, cabang, BPD atau wilayah KKSS maksimal mengirimkan dua orang perwakilan.

Lagu daerah Sulawesi Selatan menjadi lagu wajib, dengan pilihan repertoar yang berasal dari tradisi Bugis, Makassar, Mandar maupun Toraja.

Jalan Sehat, Hadiah Utama Sepeda Motor

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan jalan sehat yang terbuka bagi keluarga besar KKSS dan masyarakat.

Panitia menyiapkan berbagai hadiah bagi peserta. Salah satu yang menjadi daya tarik utama adalah satu unit sepeda motor.

Muslimin mengatakan, jalan sehat sengaja dikemas sebagai kegiatan yang dapat mempertemukan masyarakat dalam suasana santai dan penuh kebersamaan.

“Jalan sehat ini kami harapkan bisa menjadi ruang bertemu seluruh keluarga besar KKSS dan masyarakat. Ada olahraga, silaturahmi, hiburan, sekaligus berbagai hadiah,” katanya.

Dengan konsep tersebut, kegiatan diharapkan tidak hanya menarik partisipasi warga KKSS, tetapi juga membuka ruang interaksi dengan masyarakat Samarinda secara lebih luas.

Maulid Nabi Disiapkan dengan Hadiah Umrah

Tak berhenti pada budaya dan olahraga, BPD KKSS Samarinda juga memasukkan agenda keagamaan dalam rangkaian kegiatan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW akan menjadi salah satu agenda utama. Panitia bahkan menyiapkan satu paket umrah sebagai hadiah utama.

Perpaduan budaya, olahraga dan kegiatan keagamaan tersebut menjadi bagian dari konsep besar KKSS Samarinda untuk menghadirkan kegiatan yang inklusif.

Muslimin berharap seluruh rangkaian acara dapat berlangsung lancar dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.

“Harapannya seluruh rangkaian ini berjalan lancar dan mendapat dukungan dari semua pihak. Yang paling penting adalah kebersamaan dan silaturahmi,” ujarnya.

Pemusatan kegiatan di GOR Segiri Samarinda pada 5–6 September 2026 diharapkan menjadikan agenda KKSS bukan hanya sebagai perayaan internal organisasi.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut diproyeksikan menjadi ruang perjumpaan masyarakat sekaligus panggung untuk memperkenalkan keberagaman budaya Sulawesi Selatan dan memperkuat semangat persaudaraan di Kota Samarinda. (rif/kaltimnews.co)