KALTIMNEWS.CO — Pemerintah Kota Samarinda kembali menggelar kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Antusiasme aparatur sipil negara (ASN) dalam kegiatan tersebut cukup tinggi. Dari target 100 peserta, sekitar 130 orang mendaftarkan diri untuk mengikuti donor darah.
Kegiatan ini bukan agenda sosial yang baru dilakukan. Pemerintah Kota Samarinda menjadikannya sebagai kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap dua bulan dengan melibatkan ASN dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) hingga aparatur di tingkat kelurahan.
Kepala Kesbangpol Pemkot Samarinda Syamsu Nur mengatakan donor darah merupakan salah satu bentuk kepedulian aparatur pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Kegiatan donor darah ini merupakan bentuk kepedulian aparatur pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, kami berharap partisipasi ASN tidak hanya muncul pada momentum tertentu, tetapi bisa terus dilakukan secara rutin.”
Menurut Syamsu, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan. Donor darah perlu dibangun menjadi kebiasaan sosial yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Setiap dua bulan kami berupaya melaksanakan kegiatan ini sebagai bagian dari kepedulian sosial. Antusiasme sekitar 130 pendaftar dari target 100 orang tentu menjadi hal positif yang perlu kita jaga,” ujarnya.
130 Pendaftar, Tidak Semua Bisa Donor
Meski jumlah pendaftar mencapai sekitar 130 orang, angka tersebut tidak otomatis menjadi jumlah kantong darah yang berhasil dikumpulkan.
Setiap calon pendonor harus menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Kondisi fisik, tekanan darah, serta sejumlah persyaratan medis menjadi pertimbangan sebelum seseorang dinyatakan layak melakukan donor.
Peserta yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan tidak dapat melanjutkan proses donor.
Syamsu menjelaskan, kondisi tersebut merupakan bagian dari prosedur yang harus dilakukan untuk memastikan kegiatan donor berlangsung dengan aman.
“Memang jumlah pendaftar belum tentu sama dengan jumlah pendonor yang berhasil karena setiap peserta harus melalui pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Yang terpenting adalah kesadaran dan kemauan untuk berbagi terus tumbuh.”
Dengan target awal 100 peserta, jumlah pendaftar kali ini berarti melampaui target sekitar 30 orang.
Bagi penyelenggara, tingginya jumlah pendaftar menjadi catatan positif sekaligus menunjukkan adanya kepedulian sosial di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda.
Digelar Rutin Setiap Dua Bulan
Pemkot Samarinda berupaya menjadikan donor darah sebagai kegiatan berkelanjutan, bukan sekadar agenda yang muncul ketika ada peringatan hari besar.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung setiap dua bulan dengan melibatkan aparatur dari berbagai perangkat daerah dan kelurahan.
Konsistensi pelaksanaan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran ASN untuk ikut membantu menjaga ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Selain menjadi kegiatan kemanusiaan, donor darah juga menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian sosial di lingkungan birokrasi.
H Muslimin: Kemerdekaan Tak Hanya Dirayakan dengan Seremoni
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda H Muslimin menilai donor darah menjadi salah satu cara memaknai peringatan kemerdekaan melalui aksi nyata.
Menurut dia, HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan seremonial.
“Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak harus selalu dimaknai melalui kegiatan seremonial. Donor darah merupakan salah satu bentuk nyata bagaimana semangat kemerdekaan diterjemahkan menjadi kepedulian kepada sesama.”
Ia mengatakan tindakan sederhana seperti mendonorkan darah dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya pasien yang membutuhkan transfusi.
“Apa yang dilakukan para pendonor mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi, darah yang diberikan bisa memiliki arti yang sangat besar.”
Karena itu, Muslimin berharap kegiatan donor darah dapat terus dipertahankan dan tidak hanya dilakukan ketika bertepatan dengan momentum tertentu.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dipertahankan. Semangat berbagi harus menjadi kebiasaan, bukan hanya dilakukan ketika ada momentum peringatan tertentu.”
Didukung Anggaran Pemerintah
Pelaksanaan donor darah rutin tersebut juga mendapatkan dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Samarinda.
Dukungan tersebut telah diperhitungkan dalam perencanaan kegiatan sehingga pelaksanaan agenda sosial dapat berjalan tanpa mengganggu pembiayaan program pemerintah lainnya.
Penyelenggara berharap dukungan tersebut dapat menjaga keberlanjutan kegiatan donor darah setiap dua bulan.
Kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan untuk memastikan proses donor berlangsung sesuai prosedur yang berlaku.
Dari Target 100 Menjadi 130 Pendaftar
Angka 130 pendaftar menjadi catatan tersendiri dalam kegiatan donor darah kali ini.
Target awal 100 orang berhasil dilewati. Namun, bagi Pemkot Samarinda, keberhasilan kegiatan tersebut tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta.
Lebih dari itu, kegiatan donor darah diharapkan mampu membentuk kebiasaan berbagi di kalangan aparatur pemerintah.
Setiap dua bulan, ASN memiliki kesempatan untuk melakukan tindakan sederhana: datang, menjalani pemeriksaan, dan menyumbangkan darah apabila dinyatakan memenuhi syarat.
Pada akhirnya, donor darah bukan hanya tentang berapa banyak orang yang datang.
Ada nilai kemanusiaan yang lebih besar di baliknya.
Satu kantong darah yang diberikan seorang pendonor dapat membantu pasien yang sedang membutuhkan transfusi.
Karena itu, Syamsu berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara konsisten.
“Kami berharap kegiatan ini terus berjalan secara rutin. Bukan hanya untuk memenuhi target jumlah pendonor, tetapi yang lebih penting adalah membangun kebiasaan untuk peduli dan membantu masyarakat yang membutuhkan.”
Dengan demikian, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Samarinda tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi juga melalui aksi sederhana yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (rif/kaltimnews.co)