KALTIMNEWS.CO – DPRD Samarinda mulai menyoroti minimnya kontribusi tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perbankan yang beroperasi di Kota Tepian. Legislator menilai, banyak bank menikmati aktivitas bisnis dan dana masyarakat di Samarinda, namun kontribusinya terhadap pembangunan kota belum terasa nyata.
Sorotan itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, usai pembahasan bersama jajaran perbankan pada Sabtu (9/5/2026) kemarin.
Menurut Iswandi, hingga saat ini hanya Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang dinilai terlihat aktif memberikan dampak langsung kepada masyarakat melalui berbagai program kontribusi sosial.
“Bank lain juga menghimpun dana masyarakat dan mendapat penempatan dana pemerintah kota, tetapi kontribusinya terhadap pembangunan daerah belum terlihat jelas,” ujar Iswandi kepada media ini, Selasa (12/5/2026) pagi.
Ia menilai keberadaan sektor perbankan tidak semestinya hanya berorientasi pada keuntungan bisnis dan bunga perbankan semata. Menurutnya, bank juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mendorong pembangunan daerah melalui program CSR yang konkret dan berkelanjutan.
Iswandi menegaskan, kontribusi tersebut bisa diwujudkan dalam pembangunan fasilitas publik yang langsung dirasakan masyarakat.
“CSR jangan hanya simbolis. Kehadiran bank harus bisa memberi manfaat nyata untuk warga Samarinda,” katanya.
DPRD Samarinda pun berencana mendalami pola kontribusi sosial seluruh lembaga keuangan yang beroperasi di kota tersebut. Legislator berharap sektor perbankan mulai mengambil peran lebih besar dalam mendukung pembangunan perkotaan.
Menurut Iswandi, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi penting agar pembangunan tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.
“Kalau sektor swasta ikut terlibat, pembangunan kota bisa berjalan lebih cepat dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (*/adv/rif/kaltimnews.co)