KALTIMNEWS.CO - Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendataan bantuan sosial menyusul meninggalnya seorang siswa SMKN 4 Samarinda yang diduga dipicu keterbatasan ekonomi keluarga.
Novan menilai peristiwa tersebut tidak dapat dipandang semata sebagai musibah, melainkan menjadi penanda masih adanya warga yang belum tersentuh program perlindungan sosial pemerintah.
“Peristiwa ini harus menjadi evaluasi serius. Pemerintah perlu memastikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak terlewat dalam pendataan bantuan sosial,” ujar Novan.
Menurut dia, validasi data penerima bantuan harus dilakukan secara berkala agar distribusi bantuan lebih tepat sasaran dan sesuai kondisi riil masyarakat di lapangan.
Ia menilai lemahnya akurasi data dapat berdampak langsung terhadap kelompok masyarakat rentan, terutama keluarga dengan kondisi ekonomi rendah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Mandala Rizky Syahputra, siswa kelas XI SMKN 4 Samarinda, meninggal dunia setelah mengalami infeksi serius pada bagian kaki. Kondisi itu diduga dipicu penggunaan sepatu sekolah yang tidak lagi sesuai ukuran.
Keterbatasan ekonomi membuat korban tetap menggunakan sepatu lama meski ukurannya tidak lagi memadai. Situasi tersebut diperburuk oleh aktivitas magang yang menuntut korban berdiri dalam waktu panjang.
DPRD Samarinda menilai persoalan tersebut menunjukkan pentingnya penguatan sistem perlindungan sosial berbasis data yang akurat dan terintegrasi.
Novan menegaskan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kelompok masyarakat rentan memperoleh akses terhadap bantuan sosial dan layanan dasar secara layak. (*/adv/rif/kaltimnews.co)