Skip to content

Dari Sepatu Kekecilan ke Tragedi Kematian, Kemiskinan Samarinda Disorot

Dipublikasikan: 08 May 2026, 14:56
ADVERTORIAL
Dari Sepatu Kekecilan ke Tragedi Kematian, Kemiskinan Samarinda Disorot

KALTIMNEWS.CO - Tragedi meninggalnya Mandala Rizky Syahputra, siswa SMKN 4 Samarinda, memunculkan sorotan terhadap kondisi warga miskin yang dinilai belum sepenuhnya tersentuh sistem perlindungan sosial pemerintah.

Tokoh sosial Samarinda, Harminsyah, menyebut peristiwa tersebut sebagai alarm keras tentang masih adanya kemiskinan tersembunyi di tengah kota.

“Kasus ini memperlihatkan bahwa masih ada masyarakat yang hidup dalam keterbatasan, tetapi tidak terdeteksi dalam sistem bantuan sosial,” ujar Harminsyah.

Menurut dia, tragedi tersebut seharusnya menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah untuk memperkuat pendataan warga miskin dan memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Mandala diketahui mengalami infeksi serius pada bagian kaki setelah terus menggunakan sepatu sekolah yang sudah tidak sesuai ukuran. Keterbatasan ekonomi membuat korban tetap memakai sepatu lama meski kondisinya terus memburuk.

Situasi itu diperparah dengan aktivitas magang yang mengharuskan korban berdiri dalam waktu panjang sebagai pramuniaga di sebuah pusat perbelanjaan.

Harminsyah menilai persoalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyangkut akses kesejahteraan dasar bagi keluarga kurang mampu.

“Jangan sampai ada warga yang sebenarnya membutuhkan bantuan, tetapi justru luput dari perhatian karena lemahnya pendataan,” katanya.

Ia meminta pemerintah daerah memperkuat verifikasi lapangan dan memperbarui data penerima bantuan sosial secara berkala agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

Menurut Harminsyah, perlindungan terhadap kelompok rentan harus menjadi prioritas karena persoalan kemiskinan di perkotaan sering kali tidak terlihat secara langsung di permukaan. (*/adv/rif/kaltimnews.co)