Skip to content

Bunda Harum Bergabung di KJS Fokus, Ratusan Warga Samarinda Tumpah Ruah

Dipublikasikan: 07 Jun 2026, 20:19
Bunda Harum Bergabung di KJS Fokus, Ratusan Warga Samarinda Tumpah Ruah

KALTIMNEWS.CO — Pukul belum menunjukkan pukul delapan pagi ketika kawasan GOR Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda, sudah dipenuhi ratusan orang. Sebagian mengenakan kaus olahraga, sebagian lainnya datang bersama keluarga. Di tengah udara yang masih segar, musik senam mengalun dan perlahan menggerakkan tubuh-tubuh yang berkumpul di salah satu ruang publik paling ramai di Kota Tepian itu.

Minggu pagi (7/6/2026) itu, kegiatan rutin Komunitas Jalan Sehat (KJS) Fokus berlangsung sedikit berbeda. Di antara peserta yang berbaris mengikuti instruktur senam, tampak Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Sarifah Suraidah Abidien Harum, yang lebih dikenal masyarakat sebagai Bunda Harum.

Tidak ada panggung khusus. Tidak pula ada jarak yang memisahkan dirinya dengan peserta lain. Ia berdiri di tengah barisan warga, mengikuti gerakan demi gerakan senam pagi yang berlangsung hampir satu jam.

Sesekali peserta mengangkat telepon genggam untuk mengabadikan momen. Sebagian lainnya memilih mendekat untuk sekadar bersalaman. Bunda Harum menyambut semuanya dengan senyum yang tak lepas sepanjang kegiatan berlangsung.

Pemandangan itu menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana olahraga sering kali memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar menjaga kebugaran tubuh. Ia menjadi ruang perjumpaan.

Di Samarinda, ruang seperti itu semakin sering ditemukan dalam kegiatan-kegiatan komunitas. Salah satunya melalui KJS Fokus yang dalam beberapa tahun terakhir rutin menggelar aktivitas olahraga terbuka bagi masyarakat.

Bagi banyak peserta, alasan datang bukan semata untuk membakar kalori. Ada yang ingin bertemu teman lama, memperluas relasi, atau sekadar menikmati suasana pagi bersama orang-orang yang memiliki semangat serupa.

Ketika sesi senam berakhir, kerumunan tidak langsung bubar.

Panitia mengarahkan peserta untuk melanjutkan agenda berikutnya: jalan sehat mengelilingi kawasan GOR Kadrie Oening.

Di sinilah suasana menjadi lebih cair.

Bunda Harum berjalan berdampingan dengan Ketua KJS Fokus, H Muhammad Nasir, serta ratusan anggota komunitas lainnya. Rute yang ditempuh tidak terlalu jauh, namun cukup untuk menghadirkan banyak percakapan.

Di sepanjang jalur pedestrian yang mengitari kompleks olahraga, warga silih berganti menyapa. Ada yang menyampaikan harapan, ada pula yang sekadar berbincang ringan mengenai aktivitas sehari-hari.

Tidak ada kesan formal yang biasanya melekat pada pertemuan antara pejabat dan masyarakat. Yang terlihat justru suasana santai layaknya warga yang sedang menikmati akhir pekan bersama.

"Ini kegiatan yang sangat positif. Tidak hanya mengajak masyarakat hidup sehat, tetapi juga mempererat silaturahmi," kata Bunda Harum di sela kegiatan.

Pernyataan itu tampaknya sejalan dengan apa yang ingin dibangun oleh KJS Fokus.

Ketua komunitas, Muhammad Nasir, mengatakan gerakan hidup sehat yang mereka dorong selama ini berangkat dari kebutuhan sederhana masyarakat perkotaan: ruang untuk bergerak dan ruang untuk bertemu.

Di tengah meningkatnya aktivitas digital dan kesibukan pekerjaan, kegiatan olahraga bersama menjadi salah satu cara menjaga keseimbangan hidup.

"Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan bisa dinikmati semua kalangan. Semakin banyak warga yang terlibat, semakin baik untuk membangun budaya hidup sehat di Samarinda," ujarnya.

Apa yang terjadi di GOR Kadrie Oening pagi itu menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya soal kesehatan fisik. Ia juga menjadi medium sosial yang mempertemukan beragam latar belakang dalam satu aktivitas yang sama.

Anak muda berjalan berdampingan dengan lansia. Pegawai, pedagang, hingga tokoh masyarakat berbaur tanpa sekat. Semua bergerak dalam ritme yang sama, menyusuri jalur yang sama, dan menikmati pagi yang sama.

Ketika rombongan kembali ke titik awal, matahari mulai meninggi. Keringat membasahi wajah para peserta. Namun, tak sedikit yang masih bertahan untuk bercengkerama sebelum pulang.

Barangkali di situlah makna sebenarnya dari kegiatan seperti ini.

Bahwa hidup sehat tidak selalu dimulai dari program besar atau fasilitas mewah. Kadang ia tumbuh dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama-sama, pada Minggu pagi yang sederhana, di sebuah sudut kota bernama Samarinda. (rif/kaltimnews.co)